Harga Saham Meroket, BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BREN

Ringkasan
- PT Waskita Karya (WSKT) sedang mempercepat pembangunan proyek Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Segmen 5A untuk menyambut perayaan 17 Agustus 2024, dengan progres pekerjaan saat ini telah mencapai 83,57%.
- Proyek tersebut tidak hanya akan menyederhanakan mobilitas antara IKN dan Balikpapan, mengurangi waktu tempuh perjalanan menjadi 45 menit untuk jarak 57km, tetapi juga melibatkan penggunaan berbagai inovasi dalam aspek Quality, Health, Safety and Environment (QHSE), teknik, serta digitalisasi, termasuk sistem penakar hujan otomatis, pengambilan data fotogrametri menggunakan drone, dan penerapan konsep intelligent compaction (IC).
- Waskita Karya mengerjakan 12 proyek di IKN dengan nilai kontrak total Rp 13,6 triliun, meliputi berbagai infrastruktur penting seperti jalan akses, gedung pemerintahan, instalasi pengolah air limbah, dan rumah susun untuk ASN, dengan komitmen untuk mendukung proses bisnis yang efektif, efisien, dan transparan melalui pengembangan inovasi digitalisasi.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspend) saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) pada perdagangan hari ini, Jumat (3/5). Suspensi tersebut dilakukan setelah harga saham emiten milik Prajogo Pangestu itu mencatat kenaikan harga kumulatif yang signifikan.
Harga saham tersebut telah melonjak 102,36% dalam tiga bulan terakhir. Bahkan, jika dihitung dalam enam bulan terakhir, harga saham BREN telah melejit 422,49%.
P.H Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Donni Kusuma Permana dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari mengatakan, penghentian sementara perdagangan saham BREN dalam rangka cooling down. Hal ini merupakan bentuk perlindungan bagi investor saham.
"BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham Barito Renewables Energy pada perdagangan 3 Mei 2024," tulis Yulianto Aji dan Pande Made, Kamis (2/5) kemarin.
Penghentian sementara perdagangan saham Barito Renewables Energy tersebut dilakukan baik di pasar reguler dan pasar tunai. Tak hanya itu, BEI menyebut tujuan menghentikan perdagangan BREN juga untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar. Tujuannya, agar investor dapat mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham BREN.
Berdasarkan data BEI, selama sepekan ini saham BREN terpantau terus melesat. Pada perdagangan Kamis (2/5) kemarin, misalnya, saham BREN ditutup naik 7,05% ke posisi Rp 9.875 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar tembus Rp 1.321 triliun. Kapitalisasi pasar BREN ini bahkan telah melampaui kapitalisasi pasar PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).