Saham Bank Jumbo BBCA, BBRI hingga BMRI Melawan IHSG saat Kursi Bos BEI Kosong

Nur Hana Putri Nabila
2 Februari 2026, 13:02
Bank
Pexels
L
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Saham perbankan raksasa terpantau berjuang melawan arus zona merah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham hari, Senin (2/2). IHSG pada perdagangan sesi pertama hari ini ditutup anjlok 5,31% ke 7.887 dan kapitalisasi pasarnnya anjlok menjadi Rp 14.205 triliun. 

Selama sesi I empat perbankan jumbo yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) hingga PT Bank Negara Indoensia Tbk (BBNI) terlihat berjuang melawan zona merah. Pergerakan saham bank jumbo cukup berbeda dengan sejumlah saham milik konglomerat yang terpantau melorot bahkan menyentuh auto rejection bawah atau ARB. 

Pada penutupan sesi I,  saham PT Bank BBCA akhirnya ditutup naik 0,68% ke Rp 7.450 per lembar saham. Padahal pada pukul 09:17 WIB sempat turun 1% ke Rp 7.325. Dalam data orderbook tercatat antrian beli 346,17 ribu lot dan antrian jual 384,89 ribu lot.

Kemudian saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) stagnan di Rp 3.810. Padahal BBRI sempat ke Rp 3.880 dan anjlok hingga 1,31% ke Rp 3.750 pukul 09:16 WIB. Berdasarkan orderbooknya yang mengantre beli sebanyak 239,55 ribu lot dan jual sebanyak 659,7 ribu lot. 

Lalu saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terkoreksi 0,45% ke Rp 4.470 pada sesi pertama hari ini. BBNI sempat naik ke Rp 4.560 lalu anjlok ke 1,56% ke Rp 4.420 pukul 09:17 WIB. Dalam data orderbook tercatat antrian beli 37,61 ribu lot dan antrian jual 78,94 ribu lot.

Tak hanya itu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tergelincir 0,83% ke Rp 4.780. Padahal sempat naik ke Rp 4.900 lalu turun menuju Rp 4.730 atau tergelincir 1,87% pukul 09:17 WIB. Dalam data orderbook tercatat antrian beli 187,59 ribu lot dan antrian jual 134,10 ribu lot.

Kursi Pucuk Pimpinan BEI Masih Kosong

Gerak berat IHSG pada perdagangan sesi I yang melemah diprediksi terjadi lantaran masih kosongnya kursi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga penutupan perdagangan siang ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) masih belum mengumumkan pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI menggantikan Iman Rachman yang undur diri pada Jumat (30/1).

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Kautsar menyampaikan, hingga saat ini pihak bursa masih belum bisa mengeluarkan pernyataan resmi karena ada proses yang perlu dijalankan. Padahal sebelumnya BEI berjanji akan mengumumkan nama Dirut baru sebelum perdagangan hari ini dibuka. 

“Kami memastikan proses pengambilan keputusan dan operasional masih berjalan dengan normal dan tidak terganggu terkait hal ini,” kata Kautsar dalam keterangannya dikutip Senin (2/2).

Sementara itu sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan kursi Iman boleh jadi akan diisi Direktur BEI Jeffrey Hendrik. Namun hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari bursa. 

Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan sepanjang sesi pertama mencapai 35,35 miliar saham. Sementara itu frekuensi sebanyak 2,08 juta kali.

Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 14.205 triliun dengan total nilai transaksi siang ini sebesar Rp 18,94 triliun. Sebanyak 715 saham ditutup anjlok, 65 naik dan 33 saham lainnya tidak bergerak.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...