Kementerian BUMN Desak Perusahaan Negara Ikut Tax Amnesty

Miftah Ardhian
1 Desember 2016, 17:02
Menteri BUMN Rini Soemarno
Arief Kamaludin|KATADATA

Pemerintah menyoroti rendahnya partisipasi perusahaan negara beserta anak usahanya dalam program pengampunan pajak (tax amnesty). Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendesak perusahaan BUMN beserta jajaran direksi dan komisarisnya ikut program ini.

Menteri BUMN Rini Soemarno berinisiatif mengajak Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan sosialisasi tax amnesty di lingkungan BUMN. Dia ingin perusahaan pelat merah memperbaiki basis pajaknya dan bisa berkontribusi terhadap kesuksesan program ini.

Advertisement

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius K Ro berharap sosialisasi dapat memecut partisipasi BUMN beserta pejabat d dalamnya untuk ikut dalam program ini. Sebagai perusahaan negara, BUMN seharusnya bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain.

"Pengurus BUMN harus menjadi role model apalagi dalam hal kepatuhan perpajakan," ujar Aloysius saat dihubungi Katadata, Jakarta, Kamis (1/12). (Baca: Sri Mulyani Nilai Partisipasi BUMN di Tax Amnesty Memalukan)

Saat ini ada sekitar  701 BUMN yang ada beserta anak perusahaannya. Namun, dari jumlah tersebut, yang mengikuti program tax amnesty hanya 28 perusahaan. Nilai tebusan keseluruhannya pun cukup rendah yakni Rp 13 miliar dengan rata-rata tebusan per perusahaan sebesar Rp 464 juta.

Selain itu, terdapat 1.543 direktur di berbagai BUMN. Namun, baru 20 persennya yang mengikuti tax amnesty. Adapun total uang tebusannya sebesar Rp 44,5 miliar. Sementara itu, komisaris BUMN berjumlah 1.387 orang, namun yang mengikuti tax amnesty hanya 24 persennya dengan tebusan sebesar Rp 111,2 miliar.

Menurut Aloysius, rendahnya partisipasi BUMN ikut program tax amnesty disebabkan beberapa hal, diantaranya kesulitan melengkapi syarat-syarat yang dibutuhkan. Namun, dia menyadari masih banyak waktu bagi BUMN untuk ikut serta dalam program ini. (Baca juga: Tax Amnesty dari Bursa Minim, Sri Mulyani Minta Periksa SPT)

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement