Usai Cetak Laba Tertinggi, Direksi Bukit Asam Dirombak Erick Thohir
Kementerian BUMN kembali merombak jajaran direksi di perusahaan tambang pelat merah. Setelah PT Timah, Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat Arsal Ismail sebagai Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk.
Arsal menggantikan Suryo Eko Hadianto yang diberhentikan dengan hormat. Arsal sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR). Pengangkatan tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini.
"RUPSLB menyetujui pengangkatan bapak Arsal Ismail sebagai Direktur utama," ujar Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk. Apollonius Andwie C, dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (23/12).
Selain mengangkat Arsal Ismail, dalam rapat tersebut juga memberhentikan Dwi Fatan Lilyana sebagai Direktur Sumber Daya Manusia, Fuad Iskandar sebagai Direktur Pengembangan Usaha, dan Jhoni Ginting sebagai Komisaris.
RUPSLB juga menyetujui pengangkatan Suherman sebagai Direktur SDM, Rafli Yandra sebagai Direktur Pengembangan Usaha dan Devi Pradnya Paramita sebagai Komisaris.
Untuk diketahui, PTBA telah membukukan laba bersih sebesar Rp 7 triliun hingga November 2021. Raihan tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan berdiri.
Pencapaian laba bersih tersebut didukung dengan pendapatan usaha sebesar Rp 26,2 triliun. perusahaan juga mencatat kenaikan total aset sebesar 46%, dari Rp 24,1 triliun per 31 Desember 2020 menjadi sebesar Rp 35,2 triliun per 30 November 2021.
Adapun total produksi batu bara PTBA hingga 30 November 2021 mencapai 28,0 juta ton dengan penjualan sebanyak 25,8 juta ton. Perusahaan kata Eko menargetkan kenaikan volume produksi batu bara dari 24,8 juta ton pada 2020 menjadi 30 juta ton pada 2021
Berikut, Susunan Kepengurusan PTBA Hasil Keputusan RUPSLB Kamis, 23 Desember 2021:
Direksi
Direktur Utama: Arsal Ismail
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Farida Thamrin
Direktur Sumber Daya Manusia: Suherman
Direktur Operasi dan Produksi: Suhedi
Direktur Pengembangan Usaha: Rafli Yandra
Komisaris
Komisaris Utama dan Independen: Agus Suhartono
Komisaris: E. Piterdono HZ
Komisaris: Devi Pradnya Paramita
Komisaris: Carlo Brix Tewu
Komisaris Independen: Andi Pahril Pawi
Komisaris: Irwandy Arif
