Dirut Blue Bird Borong 100 Ribu Saham BIRD untuk Investasi

Patricia Yashinta Desy Abigail
8 Mei 2023, 15:38
Dirut Blue Bird Borong 100 Ribu Saham BIRD untuk Investasi
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Penumpang menaiki taksi blue bird di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk (BIRD) Sigit Priawan Djokosoetono memborong 100 ribu saham perseroan. Transaksi saham tersebut dilakukan sebanyak dua kali.

Dari data yang resmi yang disampaikan perseroan kepada otoritas bursa, transaksi tersebut dilakukan pada 5 April dan 13 April 2023 dengan jumlah saham yang dibeli masing-masing 50 ribu lembar. 

Pada 5 April, Sigit membeli dengan harga per saham Rp 1.700 atau merogoh kocek Rp 85 juta.

Kemudian, pada 13 April,  ia kembeli membeli saham Blue Bird di harga Rp 1.600 atau setara Rp 80 juta. Jika dikalkulasikan, Sigit mengeluarkan dana untuk membeli saham dengan total Rp 165 juta.

“Tujuan dari transaksi adalah investasi dan status kepemilikan saham langsung,” kata Sigit dalam keterangan resmi, Senin (8/5).

 Adapun, emiten bersandi BIRD ini mencatat laba bersih Rp 123,26 miliar pada kuartal I 2023, melonjak 161,4% dari kuartal I 2022 yang hanya Rp 47,14 miliar. Laba per saham dasar juga ikut menguat dari Rp 18 menadi Rp 49 per saham.

Perbaikan laba itu menyusul pendapatan bersih Rp 1,04 triliun, tumbuh 55,19% dari periode sama tahun lalu Rp 673,98 miliar. Demikian dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis (27/4).

Adapun operator taksi Bluebird itu mencatatkan beban langsung Rp 719,67 miliar, naik dari sebelumnya Rp 500,75 miliar. Sehingga laba bruto tercatat Rp 326,34 miliar.

Sedangkan beban usaha Blue Bird Rp 181,44 miliar dan laba usahanya Rp 144,90 miliar. Laba usaha itu meningkat tajam dari posisi kuartal I 2022 Rp 34,92 miliar. Selain itu, perseroan meraih pendapatan lain-lain neto Rp 24,76 miliar.

Sehingga laba sebelum beban pajak penghasilan mencapai Rp 169,66 miliar. Sementara total aset perseroan per akhir Maret tahun ini Rp 7,05 triliun, naik dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp 6,89 triliun.

Jumlah ekuitas Rp 5,47 triliun, naik dari akhir 2022 sebesar Rp 5,35 triliun. Lalu total liabilitas Rp 1,57 triliun, juga ikut naik tipis dari sebelumnya Rp 1,54 triliun.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...