Divestasi Saham Vale, BUMN Negosiasi Valuasi di Bawah Harga Pasar

Andi M. Arief
4 Desember 2023, 20:13
Divestasi Saham Vale, Pemerintah Negosiasi di Bawah Harga Pasar
Arief Kamaludin|KATADATA
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengaku masih menghitung valuasi saham milik PT Vale Indonesia Tbk. Penghitungan tersebut menjadi bagian dari usaha pemerintah untuk meningkatkan kepemilikan saham di emiten pertambangan nikel berkode INCO tersebut.

Wakil Menteri BUMN yang kerap disapa Tiko ini mengatakan pemerintah tidak akan terpaku pada harga INCO di lantai bursa. Menurutnya, pemerintah akan fokus pada valuasi INCO saat ini, yakni berdasarkan cadangan nikel dan kapasitas produksi.

"Harga INCO saat ini mahal untuk diakuisisi karena valuasinya dilihat dari pasar bursa, kami maunya valuasi harga saham INCO dari cadangan nikel dan produksi yang ada," kata Tiko di Gedung DPR, Senin (4/12).

Tiko mengatakan metode penghitungan valuasi INCO oleh pemerintah masih didiskusikan. Namun Mantan Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk ini menekankan valuasi INCO yang diberikan pemerintah akan lebih rendah dari harga pasar saham.

Berdasarkan data RTI, valuasi INCO di pasar saham mencapai Rp 4.410 per saham pada hari ini, Senin (4/12) dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 43,82 triliun. Angka tersebut telah susut 37,89% secara tahun berjalan dari posisi akhir 2022 sekitar Rp 7.100 per saham.

Tiko menjelaskan valuasi yang terbentuk di pasar saham berdasarkan ekspektasi pada masa depan. Tiko menjelaskan valuasi INCO yang diinginkan pemerintah akan menggabungkan ekspektasi masa depan dan kondisi riil perusahaan.

"Yang pasti, kami ingin adanya diskon dari valuasi pasar bursa melihat kondisi cadangan nikel yang ada. Sejauh ini belum ada penawaran valuasi dari INCO karena masih menunggu valuasi kami," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Keuangan INCO Bernardus Irmanto masih belum berkomentar terkait valuasi INCO dalam proses divestasi saham perseroan. Namun, Irmanto berharap proses divestasi tersebut rampung sesegera mungkin.

Terkait permintaan diskon harga yang dilontarkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Irmanto menyebut hal tersebut tergantung pada proses negosiasi. Proses divestasi saham Vale ke pemerintah merupakan titik penting untuk mendapatkan perpanjangan kontrak karya.

Para pemegang saham menyadari hal itu. “Supaya perpanjangan izin tambang yang dimiliki perusahaan juga bisa diselesaikan secepatnya,” ujar Irmanto.

Terkait porsi saham milik Sumitomo dan Vale Canada yang harus berkurang akibat divestasi ini, Vale Indonesia mengatakan keduanya akan dilakukan secara proporsional. “Artinya porsi Vale canada dan Sumitomo akan berkurang secara proporsional dari 14%,” kata Wakil Presiden Direktur PT Vale Adriansyah Chaniago.

Advertisement
Reporter: Andi M. Arief
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement