BUMN MIND ID Segera Akuisisi Vale, Ini Rekomendasi Analis Saham

Patricia Yashinta Desy Abigail
16 Februari 2024, 19:32
vale, inco, mind id, saham inco,
Dok. PT Vale Indonesia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif (kanan) mengapresiasi PT Vale Indonesia Tbk ( PT Vale) dalam menerapkan good mining practice selama berpuluh-puluh tahun.
Button AI Summarize

Proses akuisisi saham PT Vale Indonesia Tbk atau INCO oleh BUMN holding industri pertambangan Indonesia yaitu Mining Industri Indonesia alias MIND ID hampir tuntas. Namun saham INCO justru ambruk 7,75% pada penutupan perdagangan Jumat (16/2).

Melansir data perdagangan, harga saham INCO anjlok 7,75% atau terkikis 310 poin ke level Rp 3.650 dari harga penutupan Kamis (15/2) Rp 4.000. Saham Vale berada di zona merah sejak awal perdagangan, dengan level terendah Rp 108 per lembar.

Volume saham yang diperdagangkan 52,63 juta dengan nilai transaksi Rp 199,48 miliar. Frekuensi perdagangan 15.666 kali, sedangkan kapitalisasi pasar Rp 36,67 triliun.

Peneliti pasar modal sekaligus Direktur Avere Investama Teguh Hidayat mengatakan, harga saham INCO turun karena ada pengumuman transaksi divestasi saham kepada MIND ID.

Menteri ESDM atau Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif memberi kisi-kisi jika harga divestasi saham INCO sekitar Rp 3.000.

"Faktor turunnya yaitu nilai divestasi yang diinformasikan oleh Kementerian ESDM yaitu sekitar Rp 3.000. Sebab, pasar akan mengikuti harga saham pengendali (MIND ID)," kata Teguh kepada Katadata.co.id, Jumat (16/2).

"Misalnya pemerintah mendapatkan kesepakatan Rp 3.500 dari Vale, price to book value itu hanya 0,8 kali. Jadi pemerintah hanya membayar Rp 800 untuk aset 1.000. Aset nilai 1.000 menghasilkan keuntungan setiap tahun, itu Rp 150," Teguh menambahkan.

Dia menilai saham INCO akan meningkat usai akuisisi. Apalagi pasar akan kembali melihat sisi fundamental saham Vale Indonesia, seperti kinerja keuangan.

Melansir catatan keuangan perusahaan, laba Vale Indonesia naik 36,89% menjadi US$ 274,33 juta. Volume produksi juga diprediksi naik setelah diambil alih oleh pemerintah.

Oleh karena itu, Teguh memproyeksikan harga saham INCO kembali berada di Rp 4.000 ke atas atau bahkan bisa menyentuh Rp 5.000 per lembar.

"Jadi ini merupakan kesempatan. Kalau sudah punya, boleh hold dan beli lagi. Mungkin bisa beli pada Senin (19/2) sesaat sebelum pengumuman resmi transaksi divestasi Vale Indonesia," ujar dia.

Sementara itu, Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani menilai informasi harga divestasi INCO tidak memengaruhi gerak saham. Menurut dia, penurunan harga INCO dipengaruhi oleh harga underlying komoditas yakni nikel yang masih dalam tren penurunan.

"Rekomendasinya jual," kata Arjun kepada Katadata.co.id, Jumat (16/2).

Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa proses divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk kepada MIND ID memasuki babak akhir. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan divestasi saham ini tinggal menunggu penyelesaian proses administrasi.

“InshaAllah tinggal administrasi. Sudah deal sesuai proporsi saham yang dilepas,” ujar Arifin kepada wartawan di Gedung Migas Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/2).

Arifin berharap proses divestasi selesai dalam beberapa hari ke depan. “Mudah-mudahan Senin bisa rampung. Tim bekerja semua, menyelesaikan bahasa-bahasa perjanjian atau bahasa hukum,” ucapnya.

Arifin juga mengonfirmasi bahwa penyelesaian proses divestasi saham itu disertai perpanjangan kontrak Vale. “Proses di Kemenkeu sudah selesai. Tinggal diumumkan oleh Presiden Jokowi,” kata dia.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...