Realisasi Dana PEN Rp 195 T, Insentif Usaha Paling Banyak Terserap

Agatha Olivia Victoria
3 Juni 2021, 18:32
dana PEN, program pemulihan ekonomi nasional, realisasi pen, anggaran pen
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Realisasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) telah mencapai Rp 195,05 triliun per 28 Mei 2021 atau 27,9% dari pagu Rp 699,43 triliun.

Kementerian Keuangan melaporkan realisasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) telah mencapai Rp 195,05 triliun per 28 Mei 2021 atau 27,9% dari pagu Rp 699,43 triliun. Dari lima pos belanja dana PEN, insentif usaha mencatatkan penyerapan paling besar.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Kunta Wibawa Dasa menyebutkan, realisasi PEN cukup signifikan mengingat ini masih merupakan awal tahun. "Kami terus pantau dan evaluasi kalau ada program yang tidak berjalan nanti bisa kami geser atau pindahkan ke program lain atau membuat program baru agar ekonomi lebih baik," kata Kunta dalam Webinar Meningkatkan Efektivitas Program Pemulihan Ekonomi Nasional, Jumat (3/6).

Advertisement

Realisasi PEN terdiri dari pos kesehatan Rp 31,79 triliun atau 18,4% dari alokasi Rp 175,84 triliun. Secara perinci, anggaran bidang kesehatan sudah digunakan untuk diagnostik testing dan tracing, therapeutic biaya perawatan 177 ribu pasien, insentif tenaga kesehatan, santunan kematian, obat, dan alat pelindung diri. Selain itu, anggaran digunakan untuk pengadaan 32,86 juta dosis vaksin, bantuan iuran jaminan kesehatan nasional kepada 19,15 juta orang, serta insentif perpajakan kesehatan termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) dan bea masuk vaksin.

Realisasi pos perlindungan sosial mencapai Rp 57,71 triliun atau setara dengan 38,9% dari pagu Rp 148,27 triliun. Dana tersebut digunakan untuk program keluarga harapan (PKH) kepada 9,9 juta penerima, kartu semako 15,93 juta penerima, dan bantuan sosial tunai 10 juta penerima. Lalu, bantuan langsung tunai desa 4,13 juta penerima, kartu pra kerja 2,77 juta orang, serta bantuan kuota internet untuk 27,67 juta peserta dan tenaga didik.
 

Pos belanja untuk dukungan UMKM dan korporasi terealisasi 42,23 triliun atau 21,8% dari alokasi Rp 193,74 triliun. Dukungan tersbeut diberikan berupa bantuan pemerintah untuk usaha mikro (BPUM) kepada 9,8 juta usaha, imbal jasa penjaminan (IJP) UMKM untuk akumulasi kredit modal kerja (KMKM) Rp 12,53 triliun, IJP korporasi untuk akumulasi KMKM R[ 514 miliar, serta penempatan dana pada bank dengan total penyaluran kredit sejak 2020 mencapai Rp 380,05 triliun kepada 5,13 juta debitur.

Pemerintah juga telah merealisasikan belanka program prioritas Rp 33,82 triliun atau 26,4% dari pagu Rp 127,85 triliun. Manfaat diberikan untuk padat karya kementerian/lembaga kepada 567 ribu tenaga kerja, pariwisata, ketahanan pangan, teknologi, dan kawasan industri.

Halaman:
Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement