LPS Sebut Penurunan Bunga Deposito Sudah Memasuki Babak Akhir

Abdul Azis Said
26 April 2022, 12:16
suku bunga deposito, LPS, bunga deposito
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi. LPS memperkirakan tren penurunan suku bunga depisito rupiah masih berlanjut sepanjang bulan lalu tetapi dengan laju yang lebih terbatas.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan ruang penurunan suku bunga deposito perbankan ke depan semakin terbatas. Bank mulai mengantisipasi tren kenaikan inflasi dan kemungkinan penyesuaian pada suku bunga kebijakan.

"Pola penurunan yang ada saat ini sudah berada di tahap akhir dan lebih ditujukan sebagai bentuk respons penyesuaian terhadap tingkat kompetisi antar bank," kata LPS dalam laporan bulanannya dikutip Selasa (26/4).

Tren penurunan suku bunga depisito rupiah masih berlanjut sepanjang bulan lalu tetapi dengan laju yang lebih terbatas.  Rata-rata tingkat bunga deposito rupiah atau 22 moving daily average seluruh bank LPS pada akhir Maret 2022 turun enam bps ke level 3,14% dibandingkan dengan akhir bulan sebelumnya. Suku bunga minimum dan maksimum masing-masing turun lima bps ke level 2,57% dan 3,71%.

Suku bunga seluruh bank untuk valuta asing (valas) mulai menunjukkan kenaikan dipengaruhi kenaikan suku bunga offshore dan suku bunga operasi moneter. Rata-rata suku bunga valas naik dua bps ke level 0,43%. Suku bunga maksimum dan minimum valas masing-masing naik satu bps ke level 0,52% dan 0,33%.

"Kenaikan suku bunga maksimum dan porsi sensitif funding pada beberapa bank potensial diikuti dengan kenaikan suku bunga pada bank lain," kata LPS.

Perbankan diperkirakan masih akan berupaya mengoptimalkan pengelolaan spread biaya bunga simpanan dan kredit untuk menjaga kinerja net interest margin (NIM) dalam jangka pendek.

Dari sisi intermediasi, pertumbuhan kredit diproyeksikan akan meningkat bertahap seiring dengan pemulihan ekonomi yang terus berlanjut. Bank masih akan selektif dalam menyalurkan kredit dengan memperhatikan pengelolaan risiko kredit dan kinerja calon debitur. Sementara itu, pembentukan cadangan yang lebih besar masih akan dilakukan bank dalam rangka antisipasi pemburukan kualitas kredit. 

Peningkatan permintaan kredit dari berbagai sektor usaha yang lebih besar akan menjadi tantangan baru yang dalam pengelolaan likuiditas dan strategi penghimpunan dana. "Bank juga harus mengantisipasi perubahan perilaku deposan akibat kehadiran layanan keuangan digital yang dapat mempengaruhi peta persaingan antar bank," kata LPS.

LPS mencatat penyaluran kredit tumbuh 6,33% YOY pada Februari 2022. Permintaan kredit terus membaik sejalan meningkatnya aktivitas korporasi dan rumah tangga. Pada saat yang sama, dana pihak ketiga (DPK) melanjutkan pertumbuhan sebesar 11,11% YOY. Meski demikian, pertumbuhannya cenderung melambat. 

Secara keseluruhan, LPS menyebut kondisi likuiditas perbankan terpantau masih longgar. Hal ini terindikasi dari rasio loan to deposits ratio (LDR) yang berada pada level 77,55% , rasio alat likuid per non-core deposit (AL/NCD) sebesar 147,33% dan rasio alat likuid per dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 32,72% , ketiganya sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...