Rupiah Kembali Melemah Pagi Ini, Dipicu Ketegangan di Timur Tengah

 Zahwa Madjid
16 Januari 2024, 09:19
Rupiah
ANTARA FOTO/Putu Indah Savitri/sgd/YU
Petugas bank menunjukkan lembaran uang rupiah di salah satu bank di Jakarta, Selasa (12/12/2023). Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada Selasa (12/12) sore menguat tipis sebesar dua poin atau 0,01 persen menjadi Rp15.621 per dolar AS dari Rp15.623 per dolar AS.

Potensi Penurunan Suku Bunga The Fed

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi memperkirakan, Rupiah bergerak fluktuatif dan ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (16/1) dalam rentang 15.530-15.590.

Dengan proyeksi tersebut, pasar mempertahankan ekspektasi mereka terhadap penurunan suku bunga lebih awal oleh Bank Sentra AS, Federal Reserve atau The Fed.

Alat Fedwatch CME menunjukkan bahwa para pedagang masih memperkirakan peluang sebesar 70% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Maret, naik dari peluang 64% yang terlihat pada minggu lalu.

“Taruhan terhadap penurunan suku bunga lebih awal, diperkuat oleh data pada hari Jumat, yang menunjukkan indeks harga produsen turun lebih dari perkiraan pada bulan Desember,” ujar Ibrahim.

Namun laporan tersebut didahului oleh data yang menunjukkan kenaikan inflasi pada Indeks Harga Konsumen (CPI) yang lebih besar dari perkiraan pada bulan tersebut.

Fokus pasar, menurut Ibrahim, kini tertuju pada pidato sejumlah pejabat The Fed pada minggu ini, yang diperkirakan akan memberikan lebih banyak petunjuk mengenai rencana bank tersebut untuk menurunkan suku bunga tahun ini.

“Data penjualan ritel AS juga akan dirilis akhir pekan ini, dan diperkirakan akan menjadi faktor dalam prospek inflasi negara tersebut,” ujarnya.

Halaman:
Reporter: Zahwa Madjid
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...