Rupiah dan Mata Uang Asia Lain Menguat Imbas Kebijakan Bank Sentral AS

 Zahwa Madjid
21 Maret 2024, 09:38
Petugas bank menghitung uang pecahan rupiah di BNI KC Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (22/11/2022). Bank Indonesia akan mengendalikan nilai tukar rupiah agar lebih menguat ke level Rp15.070 per dolar AS pada tahun 2023, sehingga implikasi pertumbuhan ekono
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Petugas bank menghitung uang pecahan rupiah di BNI KC Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (22/11/2022). Bank Indonesia akan mengendalikan nilai tukar rupiah agar lebih menguat ke level Rp15.070 per dolar AS pada tahun 2023, sehingga implikasi pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan lebih rendah yakni 4,37 persen (yoy) dibanding prognosa BI pada tahun 2022 yang sebesar 5,12 persen.
Button AI Summarize

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat 0,31% ke level 15.673 pada Kamis (21/3). Para pengamat memperkirakan rupiah akan bergerak menguat hari ini akibat dolar melemah.

Rupiah menguat bersama mata uang Asia lainnya. Melansir Bloomberg, baht Thailand menguat 0,05%, ringgit Malaysia menguat 0,66%, yuan Cina menguat 0,01%, peso Filipina menguat 0,37%, dolar Singapura menguat 0,18%, dolar Hong Kong menguat 0,02%, dan yen Jepang menguat 0,55%.

Analis pasar uang, Lukman Leong, memprediksi rupiah hari ini akan terus menguat terhadap dolar AS yang melemah tajam. Pelemahan terjadi karena bank sentral AS, Federal Reserve, menyatakan akan melonggarkan kebijakan moneternya setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

“The Fed mengambil sikap dovish dengan menegaskan rencana untuk memangkas suku bunga sebanyak 75 bps tahun ini,” ujar Lukman.

Rencana ini lebih besar dibandingkan perkiraan investor yakni 50 bps. Rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang 15.600-15.7500.

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, mengatakan dolar AS melemah terhadap nilai tukar lainnya pasca pengumuman hasil rapat moneter the Fed.

Dia mengatakan, proyeksi ekonomi yang dirilis The Fed pada dini hari tadi menunjukkan bahwa sebagian besar anggota The Fed memproyeksikan penurunan suku bunga akan terjadi di tahun ini ke kisaran 4,6% dari 5,5% dan di tahun berikutnya turun lagi menjadi 3,9%.

“Jadi paling tidak turun 3 kali tahun ini dan 3 kali lagi di tahun depan, dengan kebiasaan The Fed yang menurunkan 25 basis poin setiap penurunan. Mendengar pernyataan Ketua Jerome Powell, kemungkinan besar akan dimulai di semester kedua,” ujarnya.

Hasil rapat The Fed menurut Ariston membuat pelaku pasar semakin yakin soal penurunan suku bunga acuan, yang akhirnya mendorong pelemahan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya. Rupiah pun berpotensi menguat hari ini.

Peluang penguatan hari ini ke arah 15.630 dengan potensi resisten di sekitar 15.740.

Reporter: Zahwa Madjid

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...