Moody's Pertahankan Peringkat Utang RI dengan Outlook Stabil

 Zahwa Madjid
17 April 2024, 14:43
utang
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wpa.
Petugas menata uang tunai di Mandiri Cash Center, Jakarta, Rabu (3/4/2024). Menurut Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), perputaran uang selama libur lebaran yang diprediksi mencapai Rp 157,3 triliun dapat mengerek pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal 1-2024.
Button AI Summarize

Lembaga pemeringkat Moody’s kembali mempertahankan sovereign credit rating atau peringkat utang jangka panjang Indonesia di level Baa2 dengan outlook stabil. Peringkat ini berada satu tingkat di atas investment grade.

Moody's menilai, pemberian peringkat itu sejalan dengan hasil asesmen atas ketahanan ekonomi yang berkelanjutan, didukung oleh sumber daya alam (SDA) yang berlimpah dan demografi yang kuat.

"Selain itu, didukung juga oleh kebijakan fiskal dan moneter yang hati-hati yang berfokus pada disiplin serta memastikan stabilitas makroekonomi," tulis laporan Moody's dikutip Rabu (17/4).

Meskipun pendekatan ini memungkinkan beban utang tetap stabil dan berada pada tingkat rendah jika dibandingkan dengan ukuran ekonomi. Peringkat Baa2 juga mempertimbangkan kekuatan fiskal yang relatif lemah.

Secara khusus, keterjangkauan utang sangat lemah karena basis pendapatan yang rendah, meski pemerintah telah mempertahankan rasio utang terhadap PDB pada tingkat yang jauh di bawah rasio utang dari negara-negara serupa.

Namun yang jadi pertimbangan dasar Moody's Ratings bahwa disiplin fiskal akan terus berlanjut untuk mendukung stabilitas beban utang Indonesia pada level saat ini.

Selain itu, yang menjadi pertimbangan lain karena posisi Indonesia sebagai eksportir minyak sawit dan batu bara, serta memiliki tingkat paparan karbon yang moderat atas risiko transisi, yang berdampak pada strategi pembangunan ekonomi.

Dengan begitu, Indonesia memiliki prospek stabil yang mencerminkan risiko yang seimbang. Risiko ini berkaitan dengan upaya berkelanjutan pemerintah untuk memperluas ukuran dan daya saing di sektor manufaktur yang mengarah pada peningkatan pertumbuhan PDB.

Halaman:
Reporter: Zahwa Madjid

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...