Bank Indonesia melaporkan defisit transaksi berjalan (CAD) melonjak menjadi US$12,5 miliar, mengungkap kerentanan utang dan masalah struktural dalam keseimbangan eksternal Indonesia.
Pemerintah merencanakan penarikan utang baru sebesar Rp 876,3 triliun pada 2027, yang menjadi nilai tertinggi sejak 2022, dengan prioritas pembiayaan dari Surat Berharga Negara domestik.
BI mengatakan penurunan cadangan devisa tersebut digunakan untuk dua kebutuhan utama, yakni intervensi di pasar valuta asing guna menjaga stabilitas rupiah dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Kenaikan belanja pegawai didorong oleh pengangkatan 355 ribu ASN baru, percepatan pembayaran tunjangan guru non-ASN, serta pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 bagi ASN, TNI dan Polri.
Menteri Keuangan Purbaya mengatakan Indonesia telah memperoleh peringkat AAA/Stable dari Lianhe Credit Rating Co., Ltd., salah satu lembaga pemeringkat yang memiliki reputasi kuat di Cina.
S&P mempertahankan rating BBB Indonesia. Di balik kabar baik itu, ekonom mengingatkan pemerintah tak boleh cepat puas karena tantangan struktural masih membayangi.
Dubes Cina untuk Indonesia Wang Lutong menyatakan pihaknya menjalin komunikasi erat dengan kementerian dan pihak terkait di Indonesia dalam negosiasi restrukturisasi utang Whoosh.
Purbaya menjelaskan sebagian besar surat utang pemerintah memiliki kupon tetap atau fixed coupon, sehingga kewajiban pembayaran bunga tidak berubah meskipun nilai tukar rupiah melemah.