Uang Beredar RI Capai Rp 9.026,2 Triliun, Ditopang Penyaluran Kredit

Ringkasan
- Presiden Joko Widodo menetapkan Pengembangan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) dan Kawasan Terpadu Bumi Serpong Damai (BSD) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), yang merupakan bagian dari 14 PSN baru yang semuanya dibiayai oleh investor swasta tanpa dukungan APBN. PSN baru tersebut bertujuan untuk mendukung percepatan hilirisasi, konektivitas, pengembangan dan pemerataan ekonomi nasional dan daerah, serta menciptakan lapangan kerja.
- PIK 2, berada di Provinsi Banten, adalah proyek pengembangan green area dan eco-city seluas 1.756 Hektare, diharapkan menarik wisatawan melalui destinasi pariwisata baru yang berbasis hijau, termasuk Kawasan Wisata Mangrove, dengan investasi Rp65 triliun yang diperkirakan bisa menyerap sekitar 6.235 tenaga kerja langsung. Kawasan ini akan terhubung dengan Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg dan mendapat dukungan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
- Kawasan Terpadu BSD, diinisiasi dengan investasi Rp18,54 triliun, akan berkonsentrasi pada pendidikan, biomedical, dan digital, dengan tujuan utama mendukung program pengembangan kualitas pendidikan dan kesehatan nasional. Kawasan ini, yang akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), diperkirakan menyerap 10.065 tenaga kerja langsung dan tidak langsung, dengan rencana pembukaan Biomedical Campus pada tahun 2024.

Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas pada Juni 2024 tumbuh lebih tinggi. Peningkatan uang beredar ditopang penyaluran kredit kepada masyarakat.
Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan, posisi uang beredar dalam arti luas mencapai Rp 9.026,2 triliun pada Juni 2024. Nilai itu naik 7,8% secara tahunan (yoy).
“Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 7,6% secara tahunan,” kata Erwin dalam keterangan tertulis, Senin (22/7).
Dia menjelaskan, perkembangan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit sebesar 7,0% yoy pada Juni 2024. Selain itu juga pertumbuhan uang kuasi sebesar 7,7% yoy.
“Perkembangan uang beredar dalam arti luas pada Juni 2024 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih,” ujar Erwin.
Kredit Naik 11,5%
Erwin menambahkan, penyaluran kredit pada Juni 2024 tumbuh 11,5% yoy atau relatif stabil dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,4%.
"Diikuti aktiva luar negeri bersih juga tumbuh sebesar 3,1% yoy pada Juni 2024. Nilai itu lebih baik dibandingkan pertumbuhan Mei 2024 sebesar 0,6%," kata Erwin.
Sementara itu, tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh sebesar 14,0% secara tahunan. Angka ini juga meningkat setelah sebelumnya tumbuh sebesar 22,7% pada Mei 2024.
Selain kredit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan naik 8,3% yoy menjadi 8.448,1 triliun pada Juni 2024. Kenaikan tersebut ditopang DPK korporasi yang tumbuh 20,7% yoy dan DPK perorangan naik 1,7% yoy.