Bank Raya terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, terutama generasi muda yang akrab dengan perkembangan teknologi, dengan menghadirkan fitur "Uang Saku".
Bank Indonesia melaporkan peningkatan uang beredar didorong oleh kebijakan moneter longgar dan penempatan dana SAL pemerintah, menandai pertumbuhan uang primer di September 2025 sebesar 18,58%.
Menkeu Purbaya berencana memperluas penempatan uang negara di perkabangan, termasuk Bank Jakarta dan bank daerah lain untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Didik J Rachbini memperingatkan bahwa penempatan uang negara Rp 200 triliun di perbankan berpotensi melanggar aturan ketatanegaraan serta UU Keuangan Negara.
Kemenkeu menyalurkan Rp 200 triliun ke lima bank besar nasional untuk mendongkrak ekonomi, namun efeknya terhadap pertumbuhan riil masih dipertanyakan.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alokasi Rp10 triliun kepada BSI dari total Rp200 triliun, yang bertujuan untuk meningkatkan akses keuangan di Aceh dan mendorong ekonomi.
Menkeu Purbaya telah resmi menempatkan Rp 200 triliun uang negara di lima bank utama Indonesia untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Menko Airlangga Hartarto yakin uang negara Rp 200 triliun ditempatkan di perbankan akan diserap pasar meski permintaan kredit saat ini turun, mengindikasi optimisme dalam meningkatkan ekonomi.
CEO Waste4Change, M. Bijaksana Junerosano, mengoreksi pandangan bahwa sampah adalah uang. Ia menyatakan hanya sebagian kecil sampah yang memiliki nilai ekonomi langsung.
BI dan pemerintah mengadopsi strategi burden sharing tanpa pencetakan uang baru, dengan membeli SBN untuk mendukung program ekonomi Presiden Prabowo Subianto, mencapai Rp 200 triliun hingga Agustus.
Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Juni 2025 tumbuh 6,5 persen year on year (yoy) mencapai Rp 9.597,7 triliun.
Bank Indonesia dan People's Bank of China memperbarui MoU untuk menguatkan penggunaan uang lokal dalam transaksi bilateral, meningkatkan kerjasama moneter dan hubungan antarkeduanya.