Bukan Sekadar Nego, Ekonom Soroti Taktik Cina Tekan Tarif Trump dari 145% ke 30%

Rahayu Subekti
11 Juli 2025, 15:58
Trump
Akarat Phasurat/123RF.com
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Cina berhasil menekan tarif tinggi yang semula diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam babak baru perang dagang kedua negara. Dalam pertemuan bilateral di Jenewa pada 12 Mei 2025, kedua pihak sepakat memangkas tarif secara signifikan.

Tarif impor produk asal Cina yang semula mencapai 145% dipotong menjadi 30%. Sementara tarif untuk produk AS yang masuk ke Cina turun dari 125% menjadi hanya 10%.

Lalu, apa strategi Cina hingga bisa membuat Washington melunak? Berikut beberapa pendekatan utama yang dijalankan Negeri Tirai Bambu menurut para ekonom:

1. Manfaatkan Posisi Strategis dalam Rantai Pasok Global

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai keberhasilan Cina tak lepas dari pemahaman mereka akan posisi strategis dalam sistem ekonomi global.

“Cina paham betul bahwa banyak perusahaan multinasional asal AS menggantungkan produksi dan pasokannya pada mereka,” ujar Yusuf kepada Katadata.co.id, Jumat (11/7).

Ketergantungan itu memberi ruang negosiasi lebih besar bagi Cina. Yusuf menjelaskan, posisi tersebut bukan hanya mewakili kepentingan nasional, tetapi juga menyentuh kepentingan korporasi besar AS yang punya pengaruh politik di Washington.

“Ini menciptakan tekanan dari dalam negeri AS sendiri agar pemerintah tak bersikap terlalu agresif, demi menjaga stabilitas rantai pasok global,” ujarnya.

2. Cadangan Devisa Jadi Senjata Diam-diam

Cina juga memiliki kekuatan finansial yang besar melalui cadangan devisa, termasuk dalam bentuk obligasi pemerintah AS. Meski tidak digunakan secara terang-terangan dalam negosiasi, keberadaan aset ini memperkuat posisi tawar Cina.

“Cadangan devisa ini menjadikan Cina sebagai pemain penting dalam stabilitas finansial global, termasuk nilai tukar dolar AS,” kata Yusuf.

Hal ini menambah dimensi baru dalam negosiasi, di mana Cina tak hanya bicara perdagangan, tapi juga stabilitas ekonomi makro global.

3. Cermat Membaca Ketegangan Politik AS-Cina

Menurut Yusuf, meski hubungan AS dan Cina kian kompetitif secara geopolitik, banyak sektor industri AS tetap bergantung pada ekonomi Cina. Di sinilah kecerdikan strategi Cina muncul.

“Mereka tahu kapan harus tegas, dan kapan harus membuka ruang dialog,” ujar Yusuf.

Dia menilai, pendekatan yang tegas tapi fleksibel ini menjadikan posisi negosiasi Cina sangat kuat di mata Washington.

4. Kuasai Pasokan Strategis: Rare Earth sebagai Kartu As

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menyoroti penguasaan Cina atas logam tanah jarang atau rare earth elements yang krusial untuk industri global dari semikonduktor, kendaraan listrik, teknologi militer, hingga energi terbarukan.

“Cina menguasai hampir 70% cadangan rare earth dunia dan menyuplai lebih dari 80% kebutuhan global, termasuk AS,” kata Syafruddin.

Cina sempat mengancam menghentikan ekspor rare earth ke AS, yang langsung memicu kekhawatiran di kalangan industri dan elite politik Washington. Akhirnya, AS melunak dan Cina kembali membuka ekspor dengan pengawasan ketat.

“Siapa yang menguasai pasokan strategis, dia yang mengendalikan arah negosiasi,” kata Syafruddin.

5. Tawarkan Kesepakatan Komprehensif, Bukan Sekadar Diskon Tarif

Menurut Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, Cina mampu menurunkan tarif karena memahami bahwa negosiasi dagang bukan sekadar soal permintaan potongan bea masuk.

“Mereka menyiapkan paket kesepakatan yang komprehensif, termasuk komitmen pembelian produk AS, terutama di sektor teknologi, sebagai trade-off atas penurunan tarif sektor industrinya,” kata Hidayat.

Ia menyebut pendekatan Cina adalah bagian dari strategi besar negara (grand strategy) yang terencana. “Cina menyiapkan data mikro dan makro yang rinci, memahami titik lemah rantai pasok AS, dan menawarkan kompensasi yang menarik,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...