Angkasa Pura II Resmi Tambah 3 Bandara Pada Awal Januari 2020

Angkasa Pura II juga akan berekspansi ke Malaysia, Thailand, Mauritius, Tanzania, Nepal, hingga Afrika.
Agatha Olivia Victoria
22 Desember 2019, 17:34
angkasa pura II, bandara,
Katadata
Ilustrasi bandara. Angkasa Pura II akan mengelola tiga bandara yang sebelumnya dikelola oleh Kementerian Perhubungan mulai 1 Januari 2020.

PT Angkasa Pura II (AP II) mengungkapkan akan mengambil alih tiga bandara yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai awal tahun depan.

Kemenhub melalui Unit Penyelenggara Bandar Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyerahkan tiga bandara tersebut melalui skema kerja sama pemanfaatan aset barang milik negara. Ketiga bandara ini telah memasuki proses transisi sejak Oktober 2019.

"Per 1 Januari 2020, Bandara Radin Inten (Lampung); Bandara Fatmawati Soekarno (Bengkulu), Bandara H.A.S Hanandjoeddin (Bangka Belitung), resmi bergabung bersama kami," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Minggu (22/12).

Adapun saat ini, total bandara yang dikelola Angkasa Pura II berjumlah 16 bandara di seluruh Indonesia. "Sehingga tambah tiga bandara total keseluruhan menjadi 19 bandara yang kami kelola," ucap dia.

Advertisement

(Baca: Jumlah Penumpang Turun, AP II: Karena TIket Mahal dan Ada Jalan Tol)

Selain mengambil alih pengelolaan tiga bandara tersebut, Awaluddin menyatakan bahwa AP II juga akan berekspansi ke Malaysia dan Thailand. Di kedua negara tersebut, Angkasa Pura II rencananya akan menjadi operator.

Dia mengungkapkan bahwa AP II tidak bertindak sendiri dalam rencana tersebut. "AP II akan akan menggandeng mitra dari dalam maupun luar negeri. Bentuknya nanti bisa dalam bentuk konsorsium," ujarnya.

Konsorsium tersebut, sambung dia, akan dilakukan bersama tiga operator. Ketiga operator ini terdiri dari airport operator, airline operator, serta mitra lokal.

Selain melalui konsorsium, ekspansi juga dapat dilakukan melalui tender langsung. Awaluddin menyebutkan bahwa AP II akan mengikuti peraturan di kedua negara tersebut. Termasuk dalam investasi pengelolaan bandara.

Selain ke Malaysia dan Thailand, ia menjelaskan, AP II juga  berencana ekspansi ke Mauritius, Tanzania, Nepal, hingga ke Afrika. "Kalau Mauritius, Tanzania, dan Nepal kami optimis bisa masuk. Tinggal kita survei saja. Ini karena mereka konsen dengan pariwisata," tutupnya.

(Baca: Kembangkan Bandara Sentani, Angkasa Pura I Siapkan Investasi Rp 500 M)

Reporter: Agatha Olivia Victoria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait