ANTAM Genjot Produksi Komoditas Utama Untuk Tingkatkan Kinerja 2019

ANTAM akan menggenjot produksi dan penjualan komoditas tambang utamanya untuk tingkatkan kinerja di 2019.
Image title
27 Februari 2019, 15:11
Antam
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Petugas memperlihatkan emas batangan yang ditransaksikan di Butik Emas Logam Mulia, gedung Aneka Tambang, Jakarta.

PT Aneka Tambang Tbk. (ANTAM) menargetkan peningkatan secara signifikan produksi dan penjualan komoditas utamanya yaitu feronikel, emas, bijih nikel, dan bijih bauksit, tahun ini. Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan, peningkatan kinerja produksi dan penjualan tersebut akan menumbuhkan kinerja operasional ANTAM. 

"Selain itu, kami fokus untuk menjaga level biaya tunai produksi tetap rendah, sejalan dengan komitmen ANTAM untuk memberikan nilai yang positif bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan," katanya melalui siaran resmi, Rabu (27/2).

Perusahaan berkode emiten ANTM ini menargetkan produksi feronikel tahun ini sebesar 30.280 ton nikel (TNi) tahun ini atau tumbuh 21% dibanding realisasi produksi tahun 2018 (unaudited) sebesar 24.868 TNi. Peningkatan produksi ini, sejalan dengan strategi perusahaan tambang pelat merah untuk meningkatkan utilisasi operasi pabrik feronikel Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dan mulai beroperasinya pabrik feronikel di Halmahera Timur pada semester kedua tahun ini.

(Baca: Antam Ajukan Tambahan Ekspor Nikel 1,1 juta ton Tahun Ini)

Advertisement

Sementara itu penjualan feronikel tahu ini ditargetkan akan naik sebesar 25% menjadi 30.280 TNi, dibandingkan realisasi penjualan tahun 2018 yang sebesar 24.135 TNi. Untuk mendukung peningkatan target produksi tersebut, pada tahun 2019 ANTAM menargetkan total produksi bijih nikel sebesar 10,50 juta wet metric ton (wmt), naik 12% dibandingkan capaian produksi bijih nikel tahun 2018 sebesar 9,32 juta wmt.

Peningkatan produksi bijih nikel tersebut akan digunakan sebagai bahan baku produksi feronikel, serta untuk mendukung penjualan bijih nikel. Sedangkan total penjualan bijih nikel tahun ini ditargetkan sebesar 8 juta wmt yang ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan ekspor. Total penjualan tersebut tumbuh 26% dibandingkan realisasi penjualan bijih nikel tahun 2018 sebesar 6,33 juta wmt.

Untuk komoditas emas, ANTAM menargetkan produksi di tahun 2019 sebesar 2.036 kg atau setara dengan 65.458 troy ounce (t.oz) dari tambang emas Pongkor dan Cibaliung. Mereka juga ingin meningkatkan penjualan emas mencapai 32.036 kg (1,02 juta t.oz), tumbuh sebesar 14% dibandingkan realisasi penjualan emas tahun 2018 (unaudited) sebesar 27.894 kg (896.812 t.oz).

Mereka optimis dengan target peningkatan penjualan emas tahun ini, seiring dengan ekspektasi peningkatan jangkauan pemasaran produk Logam Mulia ANTAM, baik di pasar domestik maupun ekspor.

(Baca: Antam Gagal Dapat Mitra untuk Bangun Smelter di Papua)

Sedangkan untuk bauksit, ANTAM menargetkan produksi bijih bauksit tahun ini sebanyak 3,17 juta wmt, atau tumbuh 188% dibanding realisasi produksi tahun 2018 sebesar 1,10 juta wmt. Untuk penjualannya ditargetkan sebesar 3,22 juta wmt atau naik sebesar 250% dibandingkan realisasi penjualan tahun 2018 sebesar 920 ribu wmt. Peningkatan produksi dan penjualan bijih bauksit seiring untuk pemenuhan permintaan pasar domestik maupun ekspor.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait