Inspeksi SKK Migas Temukan Kendala Pada Proyek Jambaran Tiung Biru

SKK Migas menemukan kendala dalam pembangunan proyek Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB). Hal ini diketahui setelah regulator di sektor hulu migas ini melakukan inspeksi ke lokasi proyek tersebut.
Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan berdasarkan inspeksi yang dilakukan bersama Kementerian ESDM, proyek JTB mengalami gangguan. Bahkan ada kekurangan beberapa material proyek.
Meski tak menjelaskan secara detail, namun SKK Migas saat ini tengah mengusahakan agar proyek tersebut dapat onstream sesuai jadwal. Saat ini Julius saat ini tengah berdiskusi dengan vendor proyek.
"Molor semua. Deg-degan karena ternyata ada material yang kurang. Sedang kami usahakan untuk recovery dan percepat," kata dia kepada Katadata.co.id, Jumat (8/10).
Sebelumnya SKK Migas menyampaikan bahwa progres pembangunan proyek Lapangan Gas JTB hingga semester I tahun ini secara keseluruhan telah mencapai 90%. Proyek ini ditargetkan akan beroperasi pada akhir 2021.
SKK Migas awalnya menargetkan dua Proyek Strategis Nasional dapat beroperasi tahun ini. Selain proyek JTB, proyek Tangguh Train 3 juga ditargetkan dapat selesai tahun ini. Namun karena pandemi, terpaksa target harus bergeser.
Proyek JTB sendiri memiliki kapasitas produksi gas 192 juta kaki kubik per hari (mmscfd) dan cadangan 2,5 triliun kaki kubik (TCF). Pasokan gas dari blok ini akan menggunakan pipa gas Gresik-Semarang.