Konsumsi BBM Pertamax September Naik 50%, Pertamina Jamin Pasokan Aman

Konsumsi BBM melonjak hingga 50%, khususnya untuk produk Pertamax. Sedangkan konsumsi solar bersubsidi naik 17%. Pertamina jamin pasokan aman hingga akhir tahun.
Image title
19 Oktober 2021, 11:42
konsumsi bbm, pertamina, pertamax
ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/hp.
SPBU Pertamina.

Konsumsi BBM pada bulan September melonjak cukup signifikan seiring pulihnya aktivitas masyarakat dan perekonomian. Menurut data Pertamina, lonjakan paling besar terjadi pada produk Pertamax yang konsumsinya mencapai 18.840 kiloliter (KL), naik 49% dibanding rerata bulanan semester I 12.586 KL.

Sementara pada gasoil (solar/diesel) sejauh ini didominasi oleh konsumsi solar bersubsidi. Pada semester I rerata konsumsinya mencapai 37.813 KL per bulan, dan terus meningkat 17% pada September menjadi 44.439 KL.

Pjs Senior Vice President Corporate Communications and Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman menegaskan bahwa saat ini stok BBM Pertamina dalam kondisi cukup. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan.

"Stok untuk produk yang meningkat signifikan yaitu Solar mencapai 17 hari dan Pertamax mencapai 18 hari. Pengiriman dari Terminal BBM juga terus dilakukan setiap hari ke seluruh SPBU dan Kilang juga terus berproduksi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (19/10).

Khusus untuk Solar, Pertamina telah melakukan penambahan volume penyaluran ke beberapa wilayah yang mengalami peningkatan konsumsi secara signifikan. Di antaranya seperti Sumatera Barat sebesar 10%, Riau 15%, dan Sumatera Utara 3.5%.

"Mengingat Solar adalah BBM Bersubsidi, kami sangat cermat dalam melakukan penambahan penyaluran agar bisa tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oknum-oknum tertentu," kata Fajriyah.

Selain penambahan penyaluran di wilayah yang mengalami peningkatan signifikan, Pertamina juga melakukan koordinasi dengan BPH Migas untuk fleksibilitas pengalihan kuota BBM Subsidi di wilayah yang realisasinya masih di bawah target, ke wilayah lain yang berpotensi over-kuota.

"Alhamdulillah sudah ada persetujuan dari BPH Migas, sehingga pengaturan kuota antar wilayah dapat dilakukan selama tidak melebihi pagu kuota nasional tahun 2021 yang ditetapkan BPH Migas," katanya.

Untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan aman, Pertamina terus meningkatkan pengawasan di lapangan bekerja sama dengan aparat penegak hukum, berkoordinasi secara intensif dengan Pemda dan instansi terkait, hingga pemberian sanksi tegas kepada SPBU yang menyalurkan BBM tidak sesuai dengan ketentuan.

Sebelumnya Pertamina juga berhasil mengungkap kasus penimbunan solar bersubsidi di wilayah Jawa Tengah. Kasus bermula saat diketahui adanya penurunan penjualan solar non-subsidi kepada pelaku industri. Terungkapnya kasus ini merupakan hasil pengembangan kasus serupa di Pelabuhan Tegal, Jawa Tengah, pada 20 September 2021.

Atas dasar tersebut, Pertamina bergerak cepat untuk berkoordinasi serta meminta penanganan oleh Satgas Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri. Selanjutnya, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri memulai pengintaian dan pengamatan selama satu bulan penuh antara 4 Agustus hingga 3 September 2021.

Modus yang digunakan pelaku adalah dengan cara mengangsur ke berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Semarang, Salatiga, dan Magelang. Simak daftar harga BBM Pertamina pada databoks berikut:

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait