Pertamina, INA, Mubadala Jajaki Kerja Sama Pendanaan Kilang Balikpapan

Proses pendanaan untuk pengembangan kilang Balikpapan masih berlanjut hingga kini. Pertamina akan menggandeng beberapa pihak untuk mendanai proyek ini.
Image title
7 Desember 2021, 09:17
kilang balikpapan, pertamina, mubadala
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Tampak area Refinery Unit V Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pertamina tengah menjajaki potensi kerja sama dengan beberapa pihak untuk pendanaan pengembangan Kilang Balikpapan. Adapun penjajakan dilakukan bersama Indonesia Investment Authority (INA), dan perusahaan minyak asal Uni Emirat Arab (UEA), Mubadala Petroleum.

Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional Djoko Priyono menjelaskan pendanaan proyek kilang rencananya akan berasal dari berbagai sumber. Misalnya seperti kas perusahaan, pinjaman bank, pembentukan perusahaan patungan dan project financing.

Sehingga proses pendanaan kilang hingga kini masih terus berlangsung. Djoko membeberkan untuk proyek Kilang Balongan, pendanaan akan seluruhnya bersumber dari kas perusahaan karena kebutuhan investasinya tidak begitu besar. Sedangkan untuk pengembangan Kilang Balikpapan, pihaknya akan menggandeng beberapa pihak.

"Balongan karena nilai gak besar biayai sendiri full Pertamina Kalau proyek RDMP Balikpapan sekalian dari equity juga penjajakan Mubadala dan INA," kata dia dalam diskusi Energy Corner, dikutip Selasa (7/12).

Advertisement

Menurut Djoko pihaknya juga telah melaksanakan penandatanganan cooperation agreement dengan INA dan Mubadala Petroleum. Kesepatakan ini terjadi pada bulan lalu dan berlangsung di Dubai.

Setidaknya terdapat lima proyek pengembangan Refinery Development Master Plan atau RDMP dan satu pembangunan kilang grass refinery root (GRR). Adapun total investasi untuk pembangunan sejumlah proyek kilang tersebut diperkirakan mencapai US$ 43 miliar.

Seperti diketahui, untuk proyek Kilang RDMP Balikpapan, saat ini progresnya dalam tahap engineering, procurement, & construction (EPC) dengan capaian 44,51%. Proyek RDMP ini akan mendongkrak kapasitas pengelolaan produk dari 260 ribu bph menjadi 360 ribu bph.

Proyek ini sendiri ditargetkan rampung pada 2023. Selain itu, proyek RDMP ini juga untuk peningkatan kualitas produk menjadi standar Euro V. Selanjutnya, Perusahaan juga akan merampungkan RFCC dan Alkylation Complex pada Semester I 2024 dan unit penghasil HOMC (BBM berkadar RON tinggi) pada Semester II 2024.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait