Optimalisasi Pipa, Pertamina Alirkan 160.000 bph Minyak Blok Rokan

Muhamad Fajar Riyandanu
29 Desember 2022, 15:17
pipa minyak, blok rokan, pertamina
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
Karyawan berjalan di lokasi Rig (alat pengeboran minyak bumi) PDSI 49 milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Duri, Riau, Senin (8/8/2022).

PT Pertamina Gas atau Pertagas melaporkan kapasitas penyaluran pipa minyak Blok Rokan sejak pengaliran perdana pada Februari 2022 hingga pekan terakhir Desember telah mencapai 160 ribu barel minyak per hari (BOPD).

Direktur Utama Pertagas, Gamal Imam Santoso, mengatakan optimalisasi pipa minyak pipa minyak dari blok Rokan yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) ini akan semakin memperkuat kinerja Pertagas sebagai anak usaha PT Perusahan Gas Negara atau PGN, subholding gas PT Pertamina.

Hal tersebut relatif berdampak positif terutama pada pengaliran minyak dari blok Rokan menuju kilang minyak di Dumai. Lebih-lebih selama fase transisi dari pipa lama menuju pipa baru Rokan yang dibangun oleh Pertagas sejak tahun 2021.

"Optimalisasi pipa minyak Rokan ini tentunya akan berdampak positif terhadap fundamental bisnis Pertagas dalam jangka panjang,” kata Gamal dalam siaran pers pada Rabu, (28/12).

Gamal menyampaikan bahwa penyelesaikan pembangunan pipa minyak Rokan yang sesuai jadwal juga menjadi komitmen perusahaan untuk mendukung produksi dan kinerja PHR.

Menurutnya, sebagai salah satu sumber utama produksi minyak nasional, Blok Rokan memiliki peran strategis dalam memenuhi target produksi minyak di dalam negeri.

Adapun pipa minyak Rokan dibangun dalam dua koridor. Yaitu koridor Balam-Bangko-Dumai dan koridor Minas-Duri-Dumai. Total panjang pipa mencapai kurang lebih 367 KM dengan ukuran 4"-24". Pipa ini melintas di lima Kabupaten/ Kota di Provinsi Riau yakni Dumai, Bengkalis, Siak, Kampar, dan Rokan Hilir.

“Kami akan menjaga kinerja pipa minyak Rokan agar beroperasi secara optimal, sehingga setiap kenaikan produksi minyak dari blok Rokan dapat segera disalurkan menuju kilang di Dumai," ujar Gamal.

Pembangunan pipa minyak Rokan merupakan salah satu momentum baru proyek infrastruktur pipa minyak dan gas di lingkungan PGN.

Sebab, pada proyek ini Pertagas mampu melakukan efisiensi biaya proyek hingga senilai US$ 150 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun, dari rencana biaya awal sebesar US$ 450 juta. Setelah melakukan berbagai kajian dan penghematan, proyek pipa minyak Rokan bisa diselesaikan dengan biaya US$ 300 juta.

Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE), Wiko Migantoro, mengatakan bahwa pipa minyak Blok Rokan sudah beroperasi sejak awal tahun meski pengalirannya belum 100%.

"Pipanya sudah beroperasi dari awal tahun, tapi memang bertahap dan diharapkan di Desember akan selesai 100%," kata Wiko beberapa waktu lalu.

Dia pun menjamin, pipa minyak Blok Rokan akan mengalir penuh pada Desember 2022. "Pompa yang ada dioperasikan oleh Pertamina Hulu Rokan dan itu membutuhkan proses sampai beroperasi penuh pada Desember," ujarnya.

Proyek konstruksi dan pengadaan pipa minyak sepanjang kurang lebih 367 km tersebut akan melewati 5 kabupaten dan kota, 14 kecamatan, serta 38 desa dan kelurahan.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait