OVO Atasi Defisit Telenta Digital lewat Fintech Academy

OVO membuat inisiatif fintech academy bekerja sama dengan Unika Atma Jaya dan Bareksa untuk menghasilkan talenta-talenta digital baru.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
16 Februari 2021, 16:52
talenta digital, fintech, fintech academy, ovo
pintek
Fintech Pintek hadir dalam acara Edutech Expo & IIETSE 2020 pada Februari lalu.

Startup teknologi finansial (fintech) pembayaran, OVO, berkolaborasi dengan Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya dan Bareksa membuat program fintech academy. Program ini bertujuan menghasilkan talenta-talenta digital di sektor fintech yang semakin dibutuhkan seiring perkembangannya yang kian masif.

Presiden Direktur OVO yang juga Co-Founder Bareksa, Karaniya Dharmasaputra, mengatakan bahwa fintech academy akan memfasilitasi calon talenta digital di kampus untuk mengembangkan pengetahuannya soal fintech.

Karaniya mengatakan, fintech academy dibuat untuk mengisi kesenjangan kebutuhan talenta digital di sektor fintech. "Saat ini kami melihat ada problem akademik dengan dunia kerja belum bisa ditutup gap-nya," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (15/2).

Riset McKinsey dan Bank Dunia menyebutkan bahwa Indonesia kekurangan sembilan juta tenaga digital hingga 2030. Ini artinya, ada kebutuhan 600 ribu pekerja digital per tahun.

Sedangkan, kebutuhan akan talenta digital semakin meningkat seiring dengan pesatnya pertumbuhan fintech di tanah air. "Kami sadari kebutuhan akan talenta digital semakin besar seiring dunia fintech yang juga tumbuh pesat," kata Karaniya.

Google, Temasek, dan Bain dalam laporan bertajuk e-Conomy SEA 2020 menyebutkan, nilai ekonomi digital di Indonesia tumbuh 11% pada 2020 secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan itu salah satunya ditopang oleh fintech.

Laporan itu juga menunjukkan bahwa transaksi fintech pada 2020 mengalami pertumbuhan pada semua jenis layanan, mulai dari pembayaran, pinjaman, hingga remitansi.

"Potensi fintech besar untuk berkembang di Indonesia. Jadinya kompetensi talenta digital dibutuhkan," kata Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam.

Rektor Unika Atma Jaya Prasetyantoko mengatakan, perguruan tinggi berupaya untuk mengejar kebutuhan akan talenta digital. "Maka kami manfaatkan kuliah (fintech academy) ini untuk mengejar ketertinggalan," kata dia.

Nantinya fintech academy akan memiliki sejumlah program tidak hanya perkuliahan semata, tetapi juga ada kesempatan magang ke perusahaan fintech bagi mahasiswa.

Pada tahap awal, materi-materi yang akan diajarkan dalam ruang perkuliahan di antaranya big data, blockchain, e-money, e-investment, insurtech, peer to peer (P2P) lending, credit scoring, dan lainnya. Perkuliahan akan dibawakan oleh pakar fintech dari OVO dan Bareksa.

Perkuliahan akan terbagi dalam dua sesi, yakni sesi kuliah umum dan perkuliahan daring atau Massive Open Online Courses (MOOC).

Sedangkan, dalam jangka panjang, fintech academy akan mengembangkan Early Learning Program (ELP) fintech untuk kategori SMA, serta program magang dan inkubasi startup bagi mahasiswa.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Video Pilihan

Artikel Terkait