Grup Bakrie Gandeng BritishVolt Kembangkan Baterai Kendaraan Listrik

Grup Bakrie melalui Vektr Mobiliti Indonesia, anak usaha Bakrie & Brothers, menjalin kerja sama dengan British Volt untuk mengembangkan baterai kendaraan listrik.
Image title
25 Maret 2022, 14:54
grup bakrie, mobil listrik, kendaraan listrik, baterai mobil listrik
ANTARA FOTO/REUTERS/Antonio Bronic
Ilustrasi mobil listrik.

Grup Bakrie melalui anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk, PT Vektr Mobiliti Indonesia (VKTR) yang merupakan spin-off dari PT Bakrie Autoparts, menjalin kerja sama dengan perusahaan Inggris yang memproduksi baterai kendaraan listrik rendah karbon, BritishVolt.

Kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia. Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama di bidang elektrifikasi kendaraan ini dilakukan oleh Anindya N. Bakrie mewakili VKTR dan CEO BritishVolt Orral Nadjari di London, Inggris, Rabu (23/3).

Penandatanganan MoU disaksikan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Duta Besar Indonesia untuk Inggris Desra Percaya, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, anggota parlemen Inggris Lord Aamer Safraz dan Richard Graham, serta Presiden Confederation of British Industries Lord Karan Bilimoria.

Anindya mengatakan bahwa momentum ini merupakan awal kerja sama antara kedua negara dalam rangka pengembangan industri baterai kendaraan listrik guna percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan.

Advertisement

"Dukungan penuh pemerintah mutlak diperlukan agar rencana investasi ini dapat terealisasi dengan baik dan Indonesia siap menghadapi era elektrifikasi kendaraan di tahun-tahun mendatang," kata Anindya dalam keterangan tertulis, Jumat (25/3).

VKTR sendiri berfokus pada penelitian dan pengembangan solusi teknologi digital terkait sektor elektrifikasi industri transportasi.

Pada kesempatan yang sama CEO BritishVolt Orral Nadjari mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan upaya bersama dalam rangka transisi berkelanjutan menuju net zero emission (NZE).

"Saya ingin terlibat dan melihat langsung hasil dari kemitraan strategis kami ke depan. Saya juga berharap Indonesia dapat memainkan peran pentingnya dalam percepatan transformasi energi global, salah satunya melalui kerja sama yang telah ditandatangani ini," ujarnya.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan kemitraan strategis antara VKTR dengan BritishVolt menjadi salah satu rencana investasi potensial asal Inggris yang akan dikawal karena sejalan dengan visi besar pemerintah dalam melakukan transformasi ekonomi untuk menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi sumber daya alam.

"Harapan saya apabila di antara kedua pemerintah sudah menjalankan perannya dengan baik, maka hubungan business-to-business antar pelaku usaha dari kedua negara pun akan berjalan dengan baik, dalam hal ini kami akan memastikan seluruh perizinan dan insentif melalui satu pintu, yaitu Kementerian Investasi," kata Bahlil.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Investasi/BKPM berkomitmen penuh dalam menyukseskan percepatan transisi energi yang menjadi salah satu pilar utama Presidensi G20 Indonesia, yaitu dengan mendorong investasi yang berkelanjutan dan penerapan energi baru terbarukan (EBT) dengan mengundang investor dari berbagai negara.

Saat ini investasi baterai listrik di Indonesia berasal dari Korea Selatan, Cina, dan Taiwan. Rencana kerja sama investasi antara VKTR dengan BritishVolt ini merupakan yang pertama dari Eropa dalam konteks pengembangan industri baterai kendaraan listrik.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait