IDE Katadata: Para Menteri & Pengusaha akan Bahas Lanskap Baru Ekonomi

Berbagai tema menarik akan dibahas dalam Katadata IDE 2020 oleh berbagai stakeholder terkait tantangan berat perekonomian Indonesia.
Image title
Diproduksi oleh Tim Publikasi Katadata
28 Januari 2020, 22:01
katadata ide 2020, indonesia data and economic conference 2020,
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Katadata IDE 2020 akan membahas lanskap baru ekonomi Indonesia dengan tema "Indonesia’s New Landscape: Challenge and Opportunities”, di Hotel Indonesia Kempinski, Kamis 30 Januari 2020.

Katadata akan menggelar Indonesia Data and Economic Conference 2020 (IDE Katadata). Pada acara ini pemerintah dan pelaku usaha akan membahas tantangan berat perekonomian yang berasal dari dalam dan luar negeri setelah periode 100 hari pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, serta perkembangan teknologi dan data yang mengubah lanskap ekonomi Indonesia.

Acara tahunan Katadata yang akan digelar pada Kamis 30 Januari 2020 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, ini mengangkat tema “Indonesia’s New Landscape: Challenge and Opportunities”.  CEO dan Co-founder Katadata, Metta Dharmasaputra, mengatakan bahwa ekonomi global tahun ini diprediksi tumbuh lebih rendah, beberapa negara mengalami resesi, dan perang dagang yang berlanjut.

“Bagaimana pemerintah dan pelaku usaha menghadapi dan menjawab berbagai tantangan tersebut sehingga menjadi peluang-peluang baru. Inilah yang akan menjadi topik di IDE Katadata 2020,” kata Metta di Jakarta, Senin (27/1).

Tema besar mengenai tantangan dan peluang dari lanskap baru Indonesia tersebut dibahas dalam 14 sesi oleh lebih 40 pembicara dari berbagai latar belakang, mulai dari menteri, kepala daerah, pemimpin perusahaan dan startup hingga akademisi.

(Baca: IDE Katadata 2020 Bakal Hadirkan Finalis Pulitzer & Puluhan Pembicara)

Para menteri dan wakil menteri yang direncanakan menjadi pembicara kunci (keynote speaker) di antara lain, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang akan memaparkan kondisi geopolitik terkini dan pengaruhnya ke Indonesia; Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengenai upaya mendorong investasi; dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tentang industrialisasi pertanian.

Salah satu sesi menarik adalah “The Rise of Asia”, yang menampilkan dua pengusaha papan atas dari generasi berbeda: Pendiri Lippo Group Mochtar Riady dan Co-Founder Northstar Group Patrick Walujo. Mereka akan membahas mengenai transformasi ekonomi dan peluang Indonesia dalam memanfaatkan Abad Asia yang ditandai dengan kebangkitan Tiongkok dan India.

Tiongkok saat ini merupakan negara dengan produk domestik bruto (PDB) terbesar di dunia, sedangkan India nomor ke-3. Adapun, Indonesia akan menjadi negara dengan PDB terbesar ke-7 di dunia pada  2020 dan masuk 5 besar dunia pada 2030.

Ekonomi digital dan pemanfaatan data juga menjadi salah satu bahasan sentral dalam IDE Katadata 2020 ini. Mengangkat tema “Big Data: New Capital for Growth”, sesi diskusi panel mengenai pemanfataan data tersebut menghadirkan Diretur PT Astra Indonesia Paulus Bambang, Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dan Vice President Marketing Halodoc Felicia Kawilarang Aluwi.

(Baca: Pemerintah Bakal Hadapi Tantangan Berat Kerek Pertumbuhan Ekonomi 2020)

Menurut Asosiasi Big Data dan Artificial Intelligent (ABDI), pertumbuhan big data di Indonesia mencapai 19,7% sejak 2018 yang digunakan di banyak sektor. Namun, pemanfaatan big data tersebut harus diikuti dengan perlindungan data, khususnya data pribadi.

Persoalan tersebut menjadi salah satu bahasan dikusi panel pada IDE Katadata 2020 ini dengan mengangkat tema “Indonesia's Policy of Data Privacy”. Para panelisnya adalah: Semuel Abrijani Pangerapan (Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo), Zudan Arif (Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri) dan Danang Rizki Ginanjar (Satu Data Indonesia).

Data juga menjadi topik bahasan bintang tamu IDE Katadata 2020, yaitu jurnalis investigasi The Guardian, Carole Cadwalladr: “Data Privacy in Digital Era; Lessons Learned from Brexit and US Presidential Election”.

Lewat investigasinya, finalis Pulitzer 2019 ini mengungkap penyalahgunaan data yang dilakukan Cambridge Analytica untuk memenangkan Donald Trump di pemilu Amerika dan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Skandal ini menggegerkan dan memicu kekhawatiran luas di seluruh dunia karena rentannya perlindungan data-data pribadi di ranah digital.

(Baca: Tantangan Ekonomi Indonesia 2020)

Yang tak kalah menariknya adalah kehadiran Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro yang akan berbicara mengenai pentingnya riset untuk memacu pertumbuhan ekonomi, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan/DIKTI Nadiem Makarim yang akan memaparkan pandangan dan kebijakannya untuk meningkatkan pendidikan dan mengatasi defisit tenaga kerja terampil di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini.

IDE Katadata 2020 ini ditargetkan akan dihadiri oleh 1.000 peserta dari berbagai kalangan, yaitu pejabat pemerintah, pemilik dan pelaku usaha, akademisi, dan media massa. Untuk menghadiri konferensi ini, calon peserta dapat mendaftar secara online melalui laman berikut ini.

Penulis: Happy Fajrian

Video Pilihan

Artikel Terkait