Usai Pemilu, Kepercayaan Investor Merosot Akibat Lesunya Ekonomi Dunia

Kondisi geopolitik yang memanas antara AS dan Iran serta Korea Utara juga menambah ketidakpastian ekonomi global.
Image title
Oleh Happy Fajrian
16 Oktober 2019, 15:00
katadata investor confidence index, katadata insight center, indeks keyakinan investor, perang dagang
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (11/10/2019). Menurut Katadata Investor Confidence Index (KICI) tingkat keyakinan investor terhadap kondisi perekonomian dan finansial merosot cukup dalam dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global.

Hasil survei Katadata Investor Confidence Index (KICI) yang dilakukan Katadata Insight Center (KIC) menunjukkan, kepercayaan investor institusi di pasar finansial terhadap kondisi perekonomian dan pasar keuangan merosot tajam pada kuartal III 2019.

Menurut survei tersebut, nilai indeks kepercayaan investor mencapai level terendahnya sejak kuartal IV 2018 yang berada pada angka 139,1. Pada kuartal III 2019, indeks KICI merosot menjadi 128,6 atau turun hingga 18,2 poin dari 146,8 pada kuartal II 2019.

Penurunan tersebut dipicu oleh turunnya indeks situasi sekarang (ISS) dari 145,1 menjadi 118,8. Sedangkan indeks ekspektasi (IE) turun dari 147,9 menjadi 135,1 yang terutama dipicu oleh merosotnya kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi global.

(Baca: Indeks KICI: Investor Optimistis Kondisi Ekonomi di Kuartal 3)

Menurut panel ahli KIC, Damhuri Nasution, eskalasi perang dagang AS-Tiongkok serta kondisi geopolitik yang semakin memanas terutama di Timur Tengah antara AS dan Iran, berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia menjadi faktor pemicu besarnya pesimisme investor ini.

“Perang dagang antara AS dengan Tiongkok memberikan dampak perlambatan ekonomi global. Ini berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia melalui penurunan ekspor,” jelas Damhuri Nasution, Panel aAhli Katadata Insight Center dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Rabu (16/10).

Turunnya dua indeks tersebut karena penilaian yang menurun pada kondisi perekonomian global. Pada ISS, nilai indeks kondisi perekonomian global hanya mencapai 81,3, jauh di bawah indeks triwulan II 2019 yang mencapai 126,2. Sementara pada IE, nilai indeks kondisi ekonomi global merosot dari 137,3 menjadi 120,2.

(Baca: Indeks KICI: Investor Institusi Paling Khawatir Efek Perang Dagang)

Kendati demikian, akhir pekan lalu proses perundingan dagang AS-Tiongkok yang berlangsung Kamis hingga Jumat 10-11 Oktober 2019, berhasil membuahkan hasil positif. Kedua belah pihak dikabarkan telah menyepakati perjanjian dagang yang akan dibagi dalam beberapa tahap.

Pada tahap pertama mencakup soal pertanian, sektor keuangan, dan perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual (HAKI). Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa nota perjanjian tersebut tengah dirumuskan lebih mendetail dan akan ditandatangani dalam beberapa pekan mendatang.

Selain mengkhawatirkan kondisi ekonomi global, investor juga memiliki tingkat kepercayaan yang turun terhadap kondisi ekonomi Indonesia, pasar saham, dan kondisi perusahaannya, baik untuk kondisi saat ini maupun tiga bulan mendatang.

Namun, investor masih menunjukkan tingkat keyakinan yang tinggi terhadap kondisi perusahaannya baik untuk saat ini ataupun tiga bulan mendatang. Walaupun juga terjadi penurunan indeks pada aspek ini.

(Baca: Survei KICI: Investor Ingin Menteri Ekonomi Jokowi dari Profesional)

Adapun survei KICI dilakukan terhadap 272 responden pengelola dana investasi yang berasal dari Manajemen Investasi, Dana Pensiun dan Asuransi yang berinvestasi di pasar keuangan. Survei dilakukan melalui wawancara telepon pada 12-26 September 2019. Ratusan investor institusi ini mengelola dana investasi lebih dari Rp 700 triliun.

Survei KICI menggambarkan keyakinan investor institusi terhadap perekonomian dan pasar keuangan untuk kondisi saat ini dan tiga bulan kedepan. Nilai indeks 101 hingga 200 menunjukkan optimisme, nilai indeks 100 menujukkan netral, dan nilai indeks 0-99 menunjukkan pesimisme.

Video Pilihan

Artikel Terkait