Analis Prediksi IHSG Naik Meski Minim Sentimen, Ini Saham Pilihannya

IHSG masih dibayangi banyak ketidakpastian terkait inflasi dan tapering bank sentral Amerika. Dari dalam negeri investor mengantisipasi rilis data ekonomi.
Image title
1 Oktober 2021, 06:34
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (4/1/2021). Perdagangan IHSG padaÊawal tahun 2021 dibuka menguat 18,76 poin atau 0,31 persen ke posisi 5.997,83.
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (4/1/2021). Perdagangan IHSG padaÊawal tahun 2021 dibuka menguat 18,76 poin atau 0,31 persen ke posisi 5.997,83.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) naik signifikan 2,02% menyentuh level 6.286,94 pada perdagangan Kamis (30/9). Memasuki triwulan IV-2021, analis memperkirakan indeks

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan IHSG hari ini berpotensi naik dengan area resisten di level 6.360 dan 6.323, sedangkan support di level 6.211 dan 6.136.

Menurutnya, secara teknikal masih ada potensi penguatan meskipun dibayangi banyak ketidakpastian terutama terkait inflasi dan tapering Amerika Serikat. "Pergerakan masih minim sentimen akan data ekonomi dari dalam negeri," kata Dennies.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Ketika menyentuh support, harga biasanya akan kembali ke atas karena peningkatan pembelian. Namun jika tembus, harga akan terus turun untuk menemukan titik support baru.

Sebaliknya, resisten adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan terhambat.

Dennies merekomendasikan saham Wijaya Karya dan Perusahaan Gas negara (PGAS) untuk tahan (hold) jika sudah beli sebelumnya. Pasalnya, indikator teknikal dan sentimen, sama-saham netral.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, IHSG berhasil melewati garis resistance. "Hari ini ada peluang IHSG melanjutkan kenaikan dan akan menguji kembali resisten yang berada di level 6.394," katanya.

Berdasarkan analisisnya, level support IHSG berada di 6.239, 6.210, dan 6.162. Sementara level resisten di 6.299, 6.358, dan 6.394.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain Astra International (ASII), Bank Negara Indonesia (BBNI), Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), Vale Indonesia (VALE), dan Indah Kiat Pulp & Paper (INKP).

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, pergerakan IHSG mengawali bulan Oktober terlihat masih akan bergerak naik. Berdasarkan analisisnya, pergerakan IHSG hari ini berpotensi di kisaran 6.123 dan 6.336.

William mengatakan, jelang rilis data perekonomian tingkat inflasi yang disinyalir masih berada dalam kondisi stabil, akan turut mewarnai pergerakan IHSG. Ia mengingatkan, masih ada potensi tekanan dalam jangka pendek yang besar.

"Maka momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian, hari ini IHSG berpotensi bergerak dalam rentang terbatas," katanya.

Ada sejumlah saham yang bisa dipantau oleh pelaku pasar saham hari ini, di antaranya Bank Central Asia (BBCA), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), AKR Corporindo (AKRA), Unilever Indonesia (UNVR), dan Gudang Garam (GGRM).

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait