Dapat PMN Rp 10 T Tahun Depan, Bos PLN Beberkan Rencana Alokasinya

Alokasi terbesar dari PMN PLN tahun depan adalah untuk penambahan distribusi dan listrik desa terpencil, diikuti pembangunan transisi dan distribusi, dan pembangkit listrik.
Muhamad Fajar Riyandanu
28 November 2022, 18:09
pln. pmn, listrik
PLN
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

PLN mengajukan penyertaan modal negara atau PMN tahun anggaran 2023 sebesar Rp 10 triliun. Angka ini naik 100% dari alokasi tahun ini Rp 5 triliun. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan di seluruh Indonesia.

Darmawan menjelaskan, usulan PMN sebesar Rp 10 triliun tersebut bakal dibagi-bagi ke tiga sektor utama berupa pengadaan dan pengerjaan pembangkit Rp 1,74 triliun, transmisi dan distribusi Rp 3,78 triliun dan penambahan distribusi dan listrik desa (Lisdes) pada daerah terpencil senilai Rp 4,48 triliun.

"Ini termasuk pelaksanaan Program Listrik Desa dan pembangkit EBT penunjang program Lisdes," kata Darmawan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR pada Senin (28/11).

Dalam paparannya, Darmawan menjelaskan pihaknya masih perlu memperluas jangkauan akses listrik terhadap masyarakat yang tinggal di daerah terpencil seperti Desa Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Untuk memberikan akses listrik kepada 10 - 15 keluarga di desa tersebut, PLN musti menarik kabel laut sepanjang tiga sampai lima kilometer (KM) dari pulau utama yang lokasinya paling dekat dari Desa Labuan Bajo.

"Seperti di Labuan Bajo, jadi pulau-pulau besar sudah tersambung tetapi ketika PLN ke sana masih ada tiga pulau lagi yang membutuhkan. Listrik dari pulau utama kami sambung ke daerah terpencil," kata Darmawan.

Darmawan menjelaskan hingga kini masih terdapat 4.400 Desa di wilayah terluar, terdepan, tertinggal (3T) yang belum teraliri listrik. Pendanaan listrik di daerah 3T disebut mencapai Rp 25 juta hingga Rp 45 juta per pelanggan.

Angka ini jauh lebih tinggi dari penyambungan listrik di daerah umum senilai Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. "Semakin wilayahnya di ujung, semakin besar investasinya. Tetapi yang tersambung semakin sedikit, kami tarik kabel ke daerah agak panjang tetapi di sana hanya 10-15 keluarga," ujar Darmawan.

PLN mencatat rasio desa berlistrik dari listrik PLN pada 2021 berada di angka 90,78%. Torehan tersebut naik menjadi 90,97% pada Oktober 2022 dan diproyeksikan meningkat menjadi 93,80% di tahun 2023.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait