Pengertian Perubahan Iklim, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Perubahan iklim adalah berubahnya iklim yang disebabkan aktivitas manusia, terutama terutama pembakaran bahan bakar fosil yang menghasilkan emisi gas rumah kaca.
Image title
22 April 2022, 09:54
Ilustrasi perubahan iklim
Rawpixel.com
Ilustrasi perubahan iklim

Perubahan iklim menjadi tema Hari Bumi 2022 yang diperingati pada 21 April. Perubahan iklim merupakan isu penting yang harus disadari oleh masyarakat di seluruh dunia. Penyebab utama perubahan iklim adalah aktivitas manusia.

Aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil, meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Gas rumah kaca termasuk karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida semakin meningkat sejak sekitar dua ratus tahun yang lalu, menurut Australian Academy of Science.

Gas rumah kaca karbon merupakan gas yang menyerap dan memancarkan panas. Gas ini memerangkap panas dan meningkatkan suhu rata-rata Bumi sehingga disebut efek rumah kaca. Menurut Komisi Eropa, faktor utama pendorong perubahan iklim adalah efek rumah kaca dari aktivitas manusia.

Pengertian Perubahan Iklim

Terdapat sejumlah pengertian perubahan iklim yang dapat dipahami sebagai berikut.

  • Berdasarkan UU No. 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, perubahan iklim adalah berubahnya iklim yang diakibatkan, langsung atau tidak langsung, oleh aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan komposisi atmosfer secara global serta perubahan variabilitas iklim alamiah yang teramati pada kurun waktu yang dapat dibandingkan.
  • Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim menjelaskan, perubahan Iklim adalah perubahan signifikan kepada iklim, suhu udara dan curah hujan mulai dari dasawarsa sampai jutaan tahun. Perubahan iklim terjadi karena meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida dan gas-gas lainnya di atmosfer yang menyebabkan efek gas rumah kaca.
  • Menurut PBB, perubahan iklim mengacu pada perubahan jangka panjang dalam suhu dan pola cuaca. Pergeseran ini mungkin alami, seperti melalui variasi siklus matahari. Namun sejak tahun 1800-an, aktivitas manusia menjadi pendorong utama perubahan iklim, terutama akibat pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak dan gas.
  • Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) mendefinisikan perubahan iklim sebagai perubahan keadaan iklim yang dapat diidentifikasi (misalnya menggunakan uji statistik) dengan perubahan rata-rata dan/atau variabilitas sifat-sifatnya, dan bertahan untuk waktu yang lama, biasanya beberapa dekade atau lebih.
  • Menurut World Wildlife Fund (WWF), definisi perubahan iklim adalah perubahan pola iklim global atau regional yang disebabkan oleh meningkatnya kadar gas rumah kaca di atmosfer sejak Revolusi Industri, akibat penggunaan bahan bakar fosil.
  • NASA menjelaskan bahwa perubahan iklim adalah perubahan cuaca yang biasa terjadi di suatu tempat. Misalnya, perubahan curah hujan bias dalam setahun. Perubahan iklim juga merupakan perubahan iklim bumi. Contohnya, perubahan suhu bumi.
  • Amnesty International menerangkan, perubahan iklim tidak hanya melibatkan kenaikan suhu, tetapi juga peristiwa cuaca ekstrem, naiknya permukaan laut, pergeseran populasi dan habitat satwa liar, serta berbagai dampak lainnya.

Penyebab Perubahan Iklim

PBB mengungkapkan sejumlah penyebab perubahan iklim yaitu:

  • Pembuatan energi. Energi listrik dan panas dihasilkan dengan membakar bahan bakar fosil, sehingga menghasilkan emisi karbon dioksida dan dinitrogen oksida, yaitu gas rumah kaca penyebab perubahan iklim.
  • Manufaktur barang. Kegiatan manufaktur dan industri menghasilkan emisi gas rumah kaca. Industri manufaktur merupakan salah satu kontributor emisi gas rumah kaca terbesar di dunia. Menurut Center for Climate and Energy Solutions, emisi gas rumah kaca per kapita tertinggi di Amerika Serikat dan Rusia.
  • Penebangan hutan. Emisi gas rumah kaca timbul akibat penebangan hutan, karena pohon yang ditebang akan melepaskan karbon yang tersimpan di dalamnya. Karena hutan menyerap karbon dioksida, penebangannya juga mengakibatkan berkurangnya penyerapan emisi gas rumah kaca.
  • Penggunaan transportasi. Bahan bakar fosil sebagai sumber energi kendaraan menyebabkan perubahan iklim karena emisi gas karbon dioksida.
  • Pemakaian berlebihan. Penggunaan barang elektronik, berpergian, dan jumlah makanan yang dikonsumsi berkontribusi pada emisi gas rumah kaca. Gaya hidup berpengaruh besar terhadap perubahan iklim. Riset Oxfam tahun 2020 menunjukkan, satu persen dari orang terkaya di dunia bertanggung jawab atas polusi karbon dua kali lipat lebih banyak dari populasi dunia.

Dampak Perubahan Iklim

Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim membagi dampak perubahan iklim dalam lima jenis, yaitu air, habitat, hutan, kesehatan, pertanian, dan pesisir. Dampak perubahan iklim mencakup:

  • Menurunnya kualitas air. Curah hujan yang terlalu tinggi mengakibatkan penurunan kualitas sumber air. Selain itu, kenaikan suhu juga mengakibatkan kadar klorin pada air bersih.
  • Berkurangnya kuantitas air. Pemanasan global meningkatkan curah hujan. Namun, curah hujan yang terlalu tinggi berakibat pada tingginya kemungkinan air untuk langsung kembali ke laut, tanpa sempat tersimpan sebagai sumber air bersih.
  • Perubahan habitat. Perubahan iklim mengakibatkan pemanasan suhu bumi, kenaikan batasan air laut, terjadinya banjir dan juga badai. Kondisi ini membawa perubahan besar pada habitat sebagai rumah alami bagi berbagai spesies binatang, tanaman, dan berbagai organisme lain.
  • Punahnya spesies. Perubahan habitat menyebabkan punahnya berbagai spesies makhluk hidup. Hal ini disebabkan karena mereka tidak sempat beradaptasi terhadap perubahan suhu dan alam yang terjadi terlalu cepat. Kepunahan spesies akan berdampak besar pada ekosistem dan rantai makanan.
  • Menurunnya kualitas dan kuantitas hutan. Kebakaran hutan merupakan salah satu dampak dari perubahan iklim. Padahal, hutan merupakan produsen oksigen sehingga disebut paru-paru bumi. Hutan juga membantu menyerap gas rumah kaca yang menjadi penyebab terjadinya pemanasan global.
  • Meningkatnya wabah penyakit. Curah hujan tinggi akibat perubahan iklim menyebabkan peningkatan dan penyebaran wabah penyakit yang mematikan, seperti malaria, kolera dan demam berdarah. Ini karena nyamuk pembawa virus-virus tersebut hidup dan berkembang biak pada cuaca yang panas dan lembab.
  • Peningkatan kasus kanker kulit. Berdasarkan penelitian dalam Photochemical & Photobiological Sciences, peningkatan suhu sekitar 2°C akibat perubahan iklim diperkirakan akan meningkatkan kejadian kanker kulit sebesar 11% secara global pada tahun 2050.
  • Berkurangnya area dan produktivitas pertanian. Perubahan iklim mengakibatkan berkurangnya ketersediaan air dan meningkatnya bencana alam sehingga berakibat para area dan produktivitas pertanian.
  • Tenggelamnya daerah pesisir dan pulau-pulau kecil. Perubahan iklim berdampak pada es pada kutub yang mencair. Akibatnya, permukaan air laut naik sehingga menenggelamkan sebagian daerah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Cara Mengatasi Perubahan Iklim

PBB menghimbau masyarakat di seluruh dunia melalui cara mengatasi perubahan iklim, yaitu:

  • Menghemat energi. Dengan menghemat energi, kita dapat mengurangi efek rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim.
  • Berjalan kaki, bersepeda, atau naik kendaraan umum. Ini akan mengurangi emisi gas rumah kaca dan membantu kesehatan serta kebugaran tubuh.
  • Makan lebih banyak sayuran dan kurangi konsumsi daging dan susu. Memproduksi sayuran umumnya menghasilkan lebih sedikit emisi gas rumah kaca dan membutuhkan lebih sedikit energi, tanah, dan air daripada produksi daging dan susu.
  • Kurangi perjalanan menggunakan pesawat. Sejumlah besar bahan bakar fosil digunakan untuk pesawat, sehingga menghasilkan emisi gas rumah kaca yang signifikan.
  • Kurangi pembuangan makanan. Saat membuang makanan, maka sumber daya dan energi yang digunakan untuk menanam, memproduksi, mengemas, dan mengangkutnya ikut terbuang. Ketika makanan membusuk di tempat pembuangan sampah atau landfill, gas metana mengakibatkan efek rumah kaca.
  • Kurangi, gunakan kembali, perbaiki dan daur ulang. Untuk melindungi iklim, kurangi pembelian barang, belanja barang bekas, perbaiki barang, dan daur ulang.
  • Ubah sumber energi rumah. Jika memungkinkan, coba beralih ke sumber energi terbarukan, seperti angin atau matahari. Pasang panel surya di atap untuk menghasilkan energi bagi rumah.
  • Beralih ke kendaraan listrik. Mobil listrik membantu mengurangi polusi udara dan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang jauh lebih sedikit daripada kendaraan bertenaga bensin atau diesel.
  • Pilih produk yang ramah lingkungan. Beli makanan dari petani lokal dan pilih produk dari perusahaan yang menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab serta berkomitmen untuk mengurangi emisi gas dan limbah.
  • Diskusi dan ajak orang lain untuk mengambil tindakan. Diskusikan topik perubahan iklim dengan tetangga, kolega, teman, dan keluarga. Suarakan urgensi pencegahan perubahan iklim agar lebih banyak orang yang tahu.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait