Infografik: Polusi Kepung Udara Jakarta

Oleh Yosepha Pusparisa, 9/8/2019, 07.20 WIB

Dengan angka tersebut, Jakarta dinobatkan sebagai salah satu ibu kota dengan tingkat pencemaran udara tertinggi di dunia.

Unduh Infografik
Share

Polusi mengepung udara Jakarta. Selama sepekan terakhir (30 Juli-5 Agustus 2019), rata-rata indeks kualitas udaranya berada di titik 146,5 US AQI dalam kategori tidak sehat bagi kelompok rentan. Sedangkan berdasarkan penghitungan PM2.5 berada di angka 57,3 µg/m3 dalam kategori tidak sehat.

Dengan angka tersebut, Jakarta dinobatkan sebagai salah satu ibu kota dengan tingkat pencemaran udara tertinggi di dunia. Tingginya tingkat polusi udara disebabkan oleh emisi gas buang kendaraan, pembakaran industri, pembakaran rumah, dan pembangkit listrik.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menerbitkan Instruksi Gubernur tentang Pengendalian Kualitas Udara. Dalam instruksi tersebut, terdapat tujuh strategi untuk menekan tingkat polusi udara. Beberapa di antaranya seperti perluasan ganjil-genap, peralihan ke moda transportasi umum, dan mengoptimasikan penghijauan.

Tingkat polusi udara di beberapa kota besar lainnya pun tak kalah tinggi. Serang dan Bandung berindeks 144,7 dan 147,1 US AQI masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok rentan. Kemudian diikuti Pekanbaru dengan indeks 105,9 US AQI dan masuk dalam kategori yang sama. Surabaya menjadi salah satu kota besar dengan tingkat polusi sedang, lebih rendah dibandingkan kota-kota lainnya yakni di angka 93,6 US AQI.