Panik Pandemi, Bursa Saham Rontok

Oleh Dwi Hadya Jayani, 17/3/2020, 15.54 WIB

Sejumlah lembaga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global turun akibat pandemi virus corona.

Unduh Infografik
Share

Kinerja bursa saham di sejumlah negara merosot seiring pandemi virus corona (Covid-19) global. Di Italia, misalnya, indeks FTSE MIB merosot hingga 38 persen dibandingkan posisi pada awal tahun (year to date). Negara di daratan Eropa lainnya, yaitu Jerman, juga mengalami hal yang sama dengan penurunan indeks DAX sebesar 32% (ytd).

(Baca: Dampak Corona Meluas, Moody’s Revisi Ekonomi Indonesia Turun Jadi 4,8%)

Penurunan kinerja bursa juga dirasakan di belahan lain. Di Indonesia, indeks harga saham gabungan (IHSG) merosot hingga 25 persen (ytd) per 16 Maret. Demikian pula indeks Hang Seng yang sudah turun hingga 15 persen. (Baca: Covid-19, dari Wabah Jadi Pandemi)

Sejumlah lembaga memproyeksikan, dampak penyebaran virus corona berpotensi menurunkan perutumbuhan ekonomi global. Hal ini disebabkan banyak aktivitas ekonomi yang terhenti, terutama di sejumlah negara yang menerapkan karantina penuh (lockdown), seperti Malaysia, Italia, dan Denmark.