INFOGRAFIK: Tebar Bansos Menjelang Pemilu

Leoni Susanto
8 Februari 2024, 14:04

Presiden Joko Widodo mengguyur program bantuan sosial (bansos) tambahan menjelang Pemilu 2024. Terbaru, Jokowi, panggilan akrab Joko Widodo, menggagas program bansos bantuan langsung tunai (BLT) Mitigasi Risiko Pangan. Anggaran yang dibutuhkan untuk program ini mencapai Rp11,2 triliun dengan target menjangkau 18,8 juta penerima manfaat.

Sebelumnya menjelang akhir tahun 2023, Jokowi juga melakukan penebalan bansos tambahan beras dengan anggaran Rp2,67 triliun untuk 21,3 juta penerima manfaat. Kemudian BLT El Nino untuk merespons dampak kemarau panjang akibat El Nino dengan anggaran Rp7,52 triliun untuk 18,8 juta penerima manfaat.

Tebar bansos tambahan Jokowi ini mendapat sorotan sebab gencar dilakukan menjelang Pemilu 14 Februari 2024. Bansos yang seharusnya menjadi program untuk menekan angka inflasi dan menurunkan angka kemiskinan, disorot sebab berpotensi sarat motif politik.

Pada 2014, misalnya, anggaran APBN perlindungan sosial yang mencakup anggaran bansos mencapai Rp426,2 triliun, naik dibandingkan periode 2013. Anggaran perlindungan sosial ini kemudian terus menurun di tahun berikutnya dan kembali meningkat menjelang Pemilu 2019. 

Kemudian pada 2019, anggaran perlindungan sosial kembali meningkat mencapai Rp308,4 triliun sebelum melonjak tinggi di tahun 2020 hingga Rp498 triliun sebagai respons atas Pandemi Covid-19.

Anggaran kembali menurun di tahun-tahun berikutnya dan melonjak naik menjadi Rp496,8 triliun di tahun politik 2024.

Di periode yang sama sejak 2013 hingga 2023, persentase penduduk miskin di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan sebelum mengalami peningkatan akibat Pandemi Covid-19. Penurunan tren penduduk miskin ini salah satunya mengindikasikan perbaikan ekonomi di Indonesia.

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami