INFOGRAFIK: Rencana Merger Garuda Indonesia dan Pelita Air

Puja Pratama
23 September 2025, 07:44

Danantara tengah mengkaji merger dua maskapai pelat merah Garuda Indonesia dan Pelita Air. Penggabungan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan aset yang dimiliki. 

“Lagi dievaluasi semua,” kata CEO Danantara Rosan Roeslani di Jakarta pada 16 September.

Menurut Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, Pertamina akan melepas sejumlah lini usahanya, termasuk Pelita Air, agar fokus pada bisnis inti. “Beberapa usaha akan kami spin off dan mungkin di bawah koordinasi dari Danantara,” kata dia di Rapat Dengar Pendapat bersama dengan VI DPR pada 11 September.

Sementara manajemen Garuda Indonesia dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan, rencana merger tersebut masih dalam proses penjajakan awal. Saat ini perseroan sedang berfokus pada penyehatan kinerja melalui perbaikan ekuitas, optimalisasi aksi strategis seperti restorasi armada, pemulihan ekosistem usaha, serta peningkatan trafik penumpang.

“Perseroan masih terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani pada 15 September.

Saat ini mayoritas saham Garuda Indonesia dimiliki PT Danantara Asset Management dengan porsi 64,54% per Agustus 2025. Dari laporan keuangan tahun lalu, aset Garuda Indonesia tercatat sebesar US$6,6 miliar, atau turun 1,6% dibanding 2023. 

Garuda Indonesia juga tengah fokus pada penyehatan keuangan karena membukukan rugi pada tahun lalu senilai US$-69,8 juta, atau turun 127,7% dari laba bersihnya pada 2023. 

Di sisi lain, saham Pelita Air dimiliki PT Pertamina Persero dengan persentase 99,9% per Agustus 2025. Tahun lalu kinerja Pelita Air justru moncer, dengan kenaikan laba bersih 129,4% ke angka US$5,9 juta, setelah membukukan rugi pada 2023. Asetnya juga tumbuh 18,1% ke US$289,3 juta di 2024.

Dari segi kepemilikan pesawat, Garuda Indonesia punya 139 unit, 63 di antaranya adalah milik Citilink. Perusahaan ini juga memiliki 37 rute domestik dan 14 rute internasional. Berbeda dengan Pelita Air, yang hanya memiliki 12 pesawat dan 17 rute domestik.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antoineta Amosella

Cek juga data ini