17 Manfaat Daun Seledri untuk Ginjal dan Hipertensi

Sayur seledri atau apium graveolens memiliki nutrisi penting untuk tubuh. Berikut manfaat daun seledri bagi kesehatan.
Dwi Latifatul Fajri
20 September 2021, 09:30
17 Manfaat Daun Seledri untuk Ginjal dan Hipertensi
ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/rwa.

Sayur seledri alias apium graveolens memiliki nutrisi penting untuk tubuh. Bagian daun, batang, dan bijinya sering digunakan untuk bahan masakan Indonesia.

Potongan seledri biasanya digunakan sebagai hiasan dalam soto atau bakso. Ternyata seledri memiliki kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik untuk tubuh.

Seledri masuk dalam keluarga apiaceae, seperti wortel, peterseli, dan parsnip. Tangkai seledri bisa menjadi camilan rendah kalori, sedangkan bagian daun sering dipakai hiasan makanan.

Nutrisi pada daun seledri ternyata bermanfaat pada kesehatan. Salah satu manfaat daun seledri bagi kesehatan yaitu mencegah penyakit ginjal dan hipertensi (tekanan darah tinggi).

Mengutip US Department of Agriculture (USDA), setiap 40 gram seledri mengandung:

  • 5,6 kalori
  • 0,1 gram lemak
  • 32 miligram sodium
  • 1,2 gram karbohidrat
  • 0,6 gram serat
  • 0,5 gram gula
  • 0,3 gram protein

Manfaat Daun Seledri

1. Manfaat daun seledri bagi penderita hipertensi

Manfaat daun seledri pertama dapat meningkatkan aliran darah dan mengurangi tekanan darah. Sayur ini mengandung fitokimia yang disebut phthalates. Ekstrak fitokimia dapat melemahkan jaringan dinding arteri.

Batang seledri memiliki serat, magnesium, dan kalium yang bisa membantu mengatur tekanan darah. Konsentrasi nitrat seledri membantu meningkatkan kesehatan jantung dan menurunkan tekanan darah. Anda dapat minum jus seledri secara rutin untuk mencegah hipertensi.

Cara membuat jus seledri

  • Cuci bersih seledri 3 sampai 4 batang
  • Potong, tiriskan, dan masukkan dalam blender
  • Selanjutnya, haluskan seledri 
  • Siapkan kain kasa untuk menyaring jus seledri
  • Tuangkan cairan kain seleri pada gelas dan minum

2. Manfaat daun seledri untuk ginjal

Seledri memiliki kandungan seperti vitamin C, B, A dan zat besi. Nutrisi dari seledri mampu menghilangkan racun dalam tubuh. Sebuah penelitian menunjukkan, seledri bisa membantu melindungi kesehatan dan mencegah penyakit ginjal. Selain itu, seledri bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menghambat pertumbuhan bakteri.

3. Sumber antioksidan

Buah dan sayuran hijau mengandung antioksidan yang penting untuk tubuh, salah satunya seledri. Antioksidan berfungsi memperlancar pembuluh darah, melindungi organ dari kerusakan oksidatif, dan memperlancar pembuluh darah.

Vitamin C, beta karoten, dan flavonoid merupakan 12 jenis nutrisi penting untuk menambah antioksidan. Anda bisa menemukan nutrisi ini pada sebatang seledri. Sementara itu, kandungan fitonutrien bisa mengurangi peradangan di saluran pencernaan, sel, pembuluh darah, dan organ.

4. Melancarkan pencernaan

Anti-inflamasi dan antioksidan dapat melindungi saluran pencernaan. Pektin dalam seledri dapat mengurangi nyeri sakit maag dan memperbaiki lapisan lambung. Seledri juga memiliki 95% kandungan air yang dapat memperlancar saluran pencernaan. Selain itu, satu cangkir batang seledri memiliki 5 gram serat.

5. Kaya vitamin dan mineral

Vitamin A, K, C dan mineral dalam seledri baik untuk menjaga gula darah. Mineral seperti potasium dan folat juga menjadi manfaat daun seledri yang baik untuk tubuh.

6. Menetralkan makanan asam

Seledri dapat menetralkan makanan asam yang dikonsumsi. Mineral seperti magnesium, zat besi, dan natrium pada seledri dapat menetralkan makanan asam.

7. Vitamin K

Vitamin K bermanfaat untuk pembekuan darah dan kesehatan tulang. Selain itu, vitamin ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan harian sekitar 120 mcg untuk pria.

8. Membuat kenyang lebih lama

Dua batang seledri mengandung sekitar 15 kalori, serta 2 gram serat makanan. Kalori dan serat tersebut bisa membantu menyerap air di saluran pencernaan dan merasa kenyang lebih lama.

Penelitian yang ditulis pada jurnal Annals of Internal Medicine pada 2015, menjelaskan seseorang perlu lebih banyak serat untuk menurunkan berat badan.

9. Menjaga cairan dalam tubuh

Seledri mengandung sekitar 95% air, sehingga mengonsumsinya dapat menjaga cairan dalam tubuh. Seledri bisa dinikmati menjadi camilan ketika musim panas dan mencegah dehidrasi (kekurangan cairan dalam tubuh).

10. Pencegahan kanker

Selain membuang racun pada tubuh, antioksidan pada seledri dapat mencegah stres oksidatif yang berkontribusi terhadap kanker. Kandungan flavonoid bioaktif dapat membunuh sel kanker dalam tubuh.

11. Pencegahan dan pengobatan penyakit alzheimer

Ekstrak biji seledri mengandung L-3-n-butylphthalide (3nB) yang merupakan senyawa yang dipercaya dapat menurunkan tekanan darah. Ekstrak ini dapat meningkatkan kognisi dan memori. Selain itu, biji seledri dapat mengobati dan mencegah penyakit alzheimer yang bisa menurunkan daya ingat dan kemampuan berpikir.

12. Menurunkan tingkat kolesterol

Dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan serat dalam seledri bisa mengurangi kolesterol yang menyumbat di arteri (LDL atau kolesterol jahat).

Mengutip Organic Facts, phthalates pada sayuran bisa membantu merangsang sekresi cairan empedu yang bekerja mengurangi kadar kolesterol. Penurunan kadar kolesterol bisa meningkatkan kesehatan jantung. Selain itu, serat bisa mengikis kolesterol di aliran darah dan membuangnya melalui BAB secara teratur.

13. Menurunkan rematik dan asam urat

Anti inflamasi pada seledri dapat mengurangi pembengkakan dan nyeri pada sendi. Ekstrak dari bahan seledri ini membantu menyembuhkan radang sendi, rematik, nyeri otot, dan asam urat.

14. Mencegah diuretik

Diuretik merupakan obat untuk membuang kelebihan garam dan air melalui urin. Seledri menjadi obat diuretik alami yang membantu menghilangkan kristal asam urat yang menumpuk di sekitar sendi tubuh.

15. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Makan sayuran dan buah yang mengandung vitamin C dapat mengurangi risiko terkena flu biasa, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

16. Mengurangi gejala asma

Vitamin C pada seledri dapat mencegah kerusakan kesehatan akibat radikal bebas. Selain itu, anti-inflamasi dapat mengurangi peradangan dan asma. Berdasarkan Journal of American Medical Association diketahui kalau vitamin C dapat memberi efek perlindungan saluran udara pasien.

17. Menurunkan berat badan

Jus seledri rendah kalori bisa menjadi menu diet Anda. Pada satu cangkir seledri memiliki 14 kalori atau setara 1,5 gram serat. Seledri cocok sebagai tambahan salad dan sup ketika menjalani diet.

Tips Membeli dan Menyimpan Seledri

  • Pilihlah seledri segar yang memiliki warna daun pucat sampai hijau terang. Hindari membeli seledri yang memiliki bercak kuning atau coklat.
  • Carilah seledri yang memiliki batang kokoh dan tegak. Batang seledri yang kokoh akan patah ketika ditarik, sedangkan batang seledri lembek akan menekuk bukan patah.
  • Potong seledri sebelum dimasak atau disajikan. Anda bisa mencincang seledri dan disimpan terlebih dahulu, tetapi jangan sampai menghilangkan nutrisi
  • Seledri kukus dapat mempertahankan rasa dan nutrisi didalamnya
  • Seledri yang disimpan dalam kulkas dapat bertahan lima sampai tujuh hari
  • Anda bisa makan daun seledri satu atau dua hari setelah pembelian. Daun seledri banyak mengandung kalsium, kalium, dan vitamin C.
  • Seledri bisa dimakan mentah, dimasak, atau dibuat jus. Sayuran ini bisa diolah menjadi berbagai masakan dan campuran sup atau soto.

Efek Samping Seledri

Jika Anda mengonsumsi terlalu banyak seledri, itu akan memberi efek sampi seperti alergi, pendarahan, sampai interaksi obat.

1. Reaksi alergi

Seledri bisa menyebabkan reaksi alergi serius pada beberapa orang. Alergi ini disebabkan karena mugwort atau serbuk sari birch kemungkinan bereaksi terhadap seledri.

2. Masalah ke wanita hamil dan menyusui

Biji seledri bisa menyebabkan pendarahan dan kontraksi rahim. Jika Anda sedang hamil, hindari mengonsumsi seledri terlalu banyak.

3. Berefek pada pengobatan

Seledri bisa berinteraksi ke jenis pengobatan tertentu seperti warfarin yang mengandung bahan kimia, sehingga bisa berinteraksi dengan antikoagulan (obat pengencer darah), dan meningkatkan risiko pendarahan berlebihan.

Itulah manfaat daun seledri untuk kesehatan tubuh. Jika anda ingin gizi seimbang dari seledri, buatlah menjadi jus dan konsumsi makanan bergizi.

Editor: Intan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait