Pasar Persaingan Tidak Sempurna, Ciri, Jenis, dan Contohnya

Pasar persaingan tidak sempurna merupakan suatu struktur pasar dalam ilmu ekonomi. Di sistem ini, penjual lebih memiliki kuasa dalam menentukan harga, sebab jumlah penjual lebih banyak dari pembeli.
Image title
4 Oktober 2021, 18:00
Pasar saham merupakan contoh pasar persaingan tidak sempurna.
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Pasar saham merupakan contoh pasar persaingan tidak sempurna.

Pasar persaingan tidak sempurna merupakan struktur pasar dalam dunia perekonomian. Pasar ini tercipta ketika pasar persaingan sempurna tidak berjalan dengan baik.

Jika pasar persaingan sempurna mencerminkan kondisi di mana penjual dan pembeli hadir dalam jumlah besar, maka lain halnya dalam struktur pasar persaingan tidak sempurna. Di pasar ini, penjual atau pedagang lebih sedikit ketimbang pembeli.

Walau berjumlah sedikit, penjual di pasar persaingan tidak sempurna berhak atas penjualan produk tertentu dan hanya mereka yang boleh atau mampu menjual produk dengan jumlah terbatas. Hal ini menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan dalam penentuan harga produk di pasar.

Ciri-Ciri Pasar Persaingan Tidak Sempurna                               

Ciri-ciri pasar persaingan tidak sempurna ialah sebagai berikut:

  • Ketidakseimbangan penjual dan pembeli

Dalam pasar persaingan tidak sempurna, hanya terdapat satu atau beberapa penjual yang jumlahnya lebih sedikit dari pembeli. Kondisi ini menyebabkan penjual lebih memiliki kuasa di pasar.

  • Penjual menentukan harga

Di pasar ini, penjual lebih berkuasa dan hanya sedikit pihak yang mempengaruhi pasar, sehingga penjual bebas dalam menentukan harga. Kuasa ini memungkinkan perusahaan meraup keuntungan yang lebih besar.

  • Sulit berpartisipasi

Industri pasar persaingan tidak sempurna hanya mampu dijalankan pihak tertentu. karenanya, cukup sulit bagi penjual lain untuk berpartisipasi atau masuk dan memulai bisnis di pasar ini.

  • Tidak ada barang pengganti

Minimnya kebebasan untuk berpartisipasi dalam pasar membuat ketersediaan atas pengganti produk dengan fungsi dan manfaat yang sama sulit dicari.

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Walaupun struktur pasar persaingan tidak sempurna berpotensi terjadi konflik, namun ada beberapa keuntungan yang bisa didapat, di antaranya:

  • Barang berkualitas

Barang yang hanya dijual oleh beberapa penjual dan cenderung susah dicari biasanya bersifat unggul dan punya banyak manfaat.

  • Profit lebih besar

Minimnya persaingan dalam penjualan barang di pasar ini, membuat sistem memungkinkan penjual memperoleh keuntungan lebih besar. Pasalnya, pembeli tidak memiliki opsi lain atas produk pengganti dan harga yang ditetapkan penjual bersifat bebas.

  • Inovasi produk

Inovasi dilakukan guna meningkatkan kualitas barang, sekaligus meraup keuntungan lebih besar ke depannya. Hal ini dapat didorong dengan lisensi atau hak paten yang dipegang oleh penjual terhadap produknya, sehingga mereka lebih leluasa bereksplorasi.

Sebelum memasuki pasar, tentunya penjual melakukan riset terlebih dahulu. Kegiatan ini akan menunjukan kalau barang tertentu begitu dibutuhkan masyarakat, seperti bahan bakar dan listrik. Tanpa promosi ataupun iklan, pembeli sudah mengenal baik produk yang dijual perusahaan.

Meskipun keuntungan dapat dirasakan oleh masing-masing pihak, baik penjual maupun pembeli, dalam pengaplikasiannya pasar persaingan tidak sempurna juga memiliki risiko-risiko dan kekurangan, di antaranya:

  • Sedikit pilihan

Hal ini dirasakan oleh pembeli. Di pasar persaingan tidak sempurna, konsumen dihadapkan dengan sedikit pilihan atau alternatif produk pengganti, dengan manfaat dan fungsi yang sama.

  • Permainan dan diskriminasi harga

Itu dapat terjadi, sebab pasar tersebut didominasi pihak tertentu dan hanya terdapat sedikit penjual. Ketidakmampuan pembeli dalam memahami kisaran harga (karena minim pembanding), juga menjadi faktor permainan harga yang dapat merugikan konsumen.

Selain itu, penjual dapat mematok harga jauh lebih mahal untuk kelompok pembeli tertentu atas produk yang sama atau biasa disebut diskriminasi harga.

  • Eksploitasi konsumen

Ketidakseimbangan jumlah penjual dan pembeli menyebabkan pasar ini rentan terjadi eksploitasi konsumen.

Contoh Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Pasar saham merupakan salah satu contoh pasar persaingan tidak sempurna, sebab harga saham bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pemodal yang membeli saham dalam jumlah besar, serta faktor eksternal lainnya.

Selain itu, dengan adanya orang tertentu yang memiliki akses informasi lebih cepat dari investor lainnya, membuat pasar saham tergolong dalam pasar persaingan tidak sempurna.

Jenis-Jenis Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Pasar persaingan tidak sempurna terdiri atas beberapa jenis, yakni pasar monopoli, oligopoli, monopolistik, monopsoni, dan  pasar oligopsoni.

  • Pasar Monopoli

Pasar monopoli hanya terdapat satu penjual yang mendominasi dan berkuasa. Penjual di pasar ini juga mampu menjadi penentu harga. Penguasa di pasar ini secara sengaja menjual produk yang tidak memiliki pengganti, sehingga bisa dikatakan tidak ada pihak yang menyaingi.

  • Pasar Oligopoli

Pada pasar ini terdapat beberapa penjual yang menguasai pasar. Dalam sistem ini, kegiatan promosi masih diperlukan guna memperkenalkan produk dan menyaingi penjual lain. Persaingan dalam pasar oligopoli terbilang cukup ketat.

  • Pasar Monopolistik

Pasar monopolistik terdiri dari penjual yang menjual produk identik, tapi memiliki perbedaan dan ciri khas masing-masing baik dari segi kemasan, bentuk, fungsi, manfaat, dan sebagainya. Jumlah penjualnya tidak terbatas dan dapat dimasuki kompetitor baru.

  • Pasar Monopsoni

Pasar monopsoni memiliki ciri di mana terdapat banyak penjual dan hanya satu pembeli. Kondisi ini membuat pembeli jauh lebih berkuasa dari penjual. Di pasar ini, harga produk lebih memungkinan untuk disesuaikan dengan keinginan pembeli. Selain itu, kualitas produk juga terjamin, sebab penjual berusaha sebaik mungkin agar tidak kalah dengan penjual lain.

  • Pasar Oligopsoni

Pasar ini terdiri dari banyak penjual dan beberapa pembeli, di mana pembeli akan mengolah produk untuk kemudian dijual kembali. Rata-rata barang yang dijual merupakan barang mentah yang mesti diolah terlebih dahulu untuk memperoleh manfaatnya. Di pasar ini, harga produk cenderung stabil dan lebih ditentukan oleh pembeli.

Editor: Intan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait