5 Prospek Kerja Psikologi Ini Menjadi Incaran Perusahaan

Psikologi adalah salah satu bidang keilmuan yang mempelajari tentang manusia. Prospek kerja psikologi tidak hanya di bidang konseling. Ada banyak sekali peluang kerja yang menanti lulusan piskologi.
Image title
Oleh Tifani
2 Januari 2023, 18:31
Ilutrasi Psikolog sebagai Prospek Kerja Psikologi
Freepik
Ilutrasi Psikolog sebagai Prospek Kerja Psikologi

Psikologi adalah salah satu bidang keilmuan yang mempelajari tentang manusia. Manusia yang dimaksud di sini tak sebatas pada perilakunya saja, melainkan mempelajari jiwa yang mempengaruhi tindakan tersebut.

Dikutip dari laman Campus.quipper.com, prospek kerja psikologi tidak hanya di bidang konseling. Ada banyak sekali peluang kerja yang menanti lulusan jurusan psikologi, karena psikologi merupakan salah satu prodi yang paling banyak dicari di dunia kerja.

Berikut prospek kerja psikologi yang dicari banyak perusahaan :

1. Psikolog

Prospek kerja psikologi yang pertama tentu menjadi psikolog. Psikolog bertugas menangani kasus- kasus kejiwaan, mendiagnosis gejala psikologis pasien, dan melakukan psikoterapi sebagai bentuk penanganannya.

Psikolog lebih jauh melihat dari sisi psikososial untuk perilaku, pikiran, serta emosi pasien dan tidak bisa meresepkan obat-obatan. Seorang psikolog membantu memperbaiki hubungan manusia di tempat kerja, konsultasi beberapa kasus keluarga dan rumah tangga, serta konsultasi orang yang menderita penyakit kejiwaan.

Beberapa psikolog juga tak jarang tampil memberikan pengarahan bagi khalayak umum di kegiatan seminar, forum diskusi ataupun workshop sebagai pembicara.

Psikolog memiliki jenjang karier yang singkat jika bekerja di rumah sakit ataupun klinik psikolog. Pertama adalah asisten psikolog, ia merupakan psikolog pemula yang baru selesai menjalani pendidikan.

Asisten psikolog membantu psikolog dalam menganalisa masalah pasien dan membantu membuat laporan. Sedangkan, psikolog ahli adalah seseorang yang sudah berpengalaman dan sudah langsung berhadapan dengan pasien dalam menangani masalah.

Gaji prospek kerja psikologi sebagai psikolog berkisar 4 hingga 13 juta, tergantung status, jenjang karir, dan dimana ia bekerja.

2. Dosen

Ilustrasi Dosen
Ilustrasi Dosen (Freepik)

Berkarir menjadi dosen dapat menjadi salah satu prospek kerja psikologi. Dosen kerap disebut sebagai ilmuwan karena kapasitas ilmu yang ia miliki.

Tugas utama seorang dosen adalah mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, juga seni melalui Tri Dharma Pendidikan Tinggi. Selain melaksanakan perkuliahan juga tutorial, dosen diharapkan dapat terus melakukan penelitian pada bidang keahliannya dan memberikan bimbingan kepada mahasiswa.

Jenjang karir psikologi yang menjadi dosen secara umum terdiri dari asisten ahli, lektor, lektor kepala, dan guru besar. Jabatan akademik ini meningkat seiring dengan angka kredit kumulatif.

Seorang dosen memiliki peluang untuk naik ke dua jabatan yang lebih tinggi sekaligus. Gaji prospek kerja psikolog sebagai dosen adalah Rp 7 hingga Rp 10 juta, tergantung tempat dia berkarir.

3. Personalia atau Human Resources Development (HRD)

Ilustrasi, HRD
Ilustrasi, HRD (Katadata)

Prospek kerja psikologi selanjutnya ialah menjadi staf HRD. Staf HRD memiliki berbagai tugas terkait pengelolaan karyawan mulai dari rekrutmen sampai pengembangan skill.

Kemampuan lulusan psikologi akan sangat berguna di bagian HRD ini. Selain mengatur penerimaan pegawai, bagian personalia juga mengatur proses transisi pegawai seperti kenaikan jabatan atau perpindahan bagian.

Tak ketinggalan juga memberikan pelatihan-pelatihan bagi pegawai untuk pengembangan karier mereka. Jenjang karir prospek kerja psikologi sebagai HRD dapat diraih ketika bekerja di perusahaan.

Mereka yang berkarier di bidang ini memiliki besaran penghasilan yang berbeda-beda sesuai tingkatan jabatan. Jabatan tersebut antara lain, junior staf personalia, senior staf personalia, supervisor HRD, dan manajer.

Gaji untuk prospeker kerja psikologi sebagai staf HRD berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta, tergantung perusahaan dan jabatan yang diraih.

4. Konsultan Karir

Konsultan karir juga menjadi salah satu prospek kerja psikologi. Konsultan karier atau career coach berperan memberikan konseling tentang pemilihan pekerjaan dan arah masa depan.

Konseling yang diberikan berupa saran dan nasehat yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan diri klien. Biasanya saran tersebut berisikan bagaimana cara menemukan pekerjaan yang paling tepat dan menerangkan pengalaman yang mungkin didapat untuk memperoleh tujuan yang diharapkan.

Selain memberikan konseling untuk memasuki dunia karier, konsultan karier juga berperan memberikan bimbingan pengembangan karier atau yang biasa disebut career coaching. Profesi konsultan karier memiliki jenjang karier yang berebeda-beda tergantung tempatnya bekerja.

Gaji prospek kerja psikologi sebagai konsultan karir berkisar Rp 5 hingga Rp 10 juta. Tentunya setiap tingkatan ini memiliki besaran penghasilan yang berbeda pula. Biasanya jenjang karier yang diperoleh ditentukan pengalaman bekerja sang konsultan.

5. Konsultan Pendidikan

Ilustrasi Guru Sekolah Dasar
Ilustrasi Guru Sekolah Dasar (Katadata)

Konsultan pendidikan juga menjadi salah satu prospek kerja psikologi. Konsultan pendidikan memiliki tugas utamanya membantu pelajar untuk memilih jurusan dan tempat studi yang diminati.

Konsultan karir juga bertugas mendukung prosedur masuk universitas, membantu mengurus tiket pesawat dan tempat tinggal. Bahkan menyediakan informasi terkait sistem sekolah di luar negeri hingga kehidupan masyarakat lokal.

Selain itu, konsultan pendidikan juga akan mengarahkan strategi dalam menjalani tes masuk perkuliahan. Gaji seorang konsultan karir berkisar antara Rp 7 hingga Rp 10 juta.

Profesi konsultan pendidikan memiliki jenjang karier yang berbeda-beda tergantung lembaga konsultan. Tentunya setiap tingkatan ini memiliki besaran penghasilan yang berbeda. Biasanya jenjang karier yang diperoleh ditentukan pengalaman bekerja sang konsultan.

Editor: Intan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait