Dibayar dengan Bitcoin, Petinggi Bank Rela Pindah ke Perusahaan Kripto

Risiko untuk pindah ke aset digital seperti Bitcoin masih tinggi bagi para profesional keuangan. Coinbase pekan lalu mengumumkan telah mempekerjakan pelobi teratas dari Goldman Sachs, Faryar Shirzad.
Image title
31 Mei 2021, 16:24
Ilustrasi bitcoin, crytocurrency, mata uang kripto
123rf.com/traviswolfe
Ilustrasi bitcoin, crytocurrency, mata uang kripto

Perusahaan kripto memburu para eksekutif profesional di industri keuangan demi meningkatkan keuntungan. Coinbase pekan lalu mengumumkan telah mempekerjakan pelobi teratas dari Goldman Sachs, Faryar Shirzad. Pernyataan tersebut sempat mendorong harga sahamnya ke US$ 430, meskipun pekan ini berada di US$ 237, melansir Financial Times Rabu (26/5).

Maria Aldous, seorang mitra dan spesialis pasar mata uang di perusahaan perekrutan Options Group mengatakan, permintaan eksekutif profesional dari perusahaan crypto telah meroket tahun ini. Bahkan, beberapa perusahan menawarkan komisi dalam bentuk Bitcoin.

“Saya menghabiskan 70% waktu saya secara aktif berbicara dengan kandidat yang ingin pindah ke crypto,” kata Aldous yang berbasis di London.

John Dalby, Kepala Keuangan dari hedge fund terbesar Bridgewater juga bergabung dengan grup layanan keuangan kripto NYDIG. Selanjutnya, crypto exchange FTX bulan ini mempekerjakan Brett Harrison sebagai presiden bisnisnya di Amerika Serikat (AS).

Advertisement

Sebelumnya, Harrison merupakan eksekutif teknologi senior di perusahaan Wall Street, Citadel Securities. Bahkan, dia menghabiskan sebagian besar karirnya untuk mengembangkan sistem perdagangan algoritmik untuk  perusahaan trading Jane Street.

Lonjakan aktivitas aset digital mendorong migrasi profesional keuangan ke kripto secara tajam, menurut perekrut dan orang dalam industri. Migrasi tersebut menciptakan serangkaian perpindahan pekerjaan oleh pedagang dan bankir selama tren kenaikan aset kripto paska 2017.

"Ada perubahan tektonik dalam beberapa bulan terakhir dalam dinamika perekrutan,” kata Edouard Hindi, partner di crypto hedge fund Tyr Capital.

Hindi mengatakan, beberapa perusahaan crypto besar membayar karyawan senior dengan kombinasi ekuitas dan uang tunai yang lebih kecil. Sementara itu, beberapa perusahaan juga menawarkan remunerasi tambahan dalam cryptocurrency atau token.

Beberapa orang melihat perubahan personel baru-baru ini sebagai bukti bahwa sektor aset digital semakin matang. Namun, banyak lembaga keuangan masih berhati-hati pada aset uang kripto. Bahkan, penasihat karir berpengalaman masih menganggap crypto berisiko.

Chief Financial Officer (CFO) Odgers Berndston yakni perusahaan pencari eksekutif, Mark Freebairn menyatakan kalau investor perusahaan kripto memiliki kepercayaan diri yang sangat besar. Itu terlihat dari perekrutan eksekutif profesional yang membawa uang kripto semakin mapan dalam  industri keuangan.

"Saat Yahoo, AOL, Google, dan lainnya sedang mencari CFO, ada saatnya beberapa dari mereka meningkatkan (penawarannya)," kata Freebairn.

Menurut dia, risiko untuk pindah ke aset digital masih tinggi bagi para profesional keuangan. Meskipun, banyak orang di industri tersebut yang bersedia mengambil risiko, membeli potensi teknologi di balik cryptocurrency dan peluang untuk pembayaran besar.

Di Inggris, CFO Monzo yakni Alwyn Jones bergabung dengan aplikasi cryptocurrency Luno, setelah lama bekerja di Barclays. CEO Luno, Marcus Swanepoel meninggalkan Standard Chartered untuk mendirikan perusahaan kripto di 2013.

“Kami memburu orang-orang dari bank, padahal dulu bank memburu orang-orang dari kami,” kata Delfos Machado Neto, dari Dunamis Trading.

Menurutnya, jauh lebih mudah untuk menarik profesional ke industri kripto. Jurusnya, dengan menawarkan ekuitas di perusahaan kripto. Ditambah lagi, gaji untuk pedagang cryptocurrency dan ahli teknologi telah meningkat sekitar 30%-40% selama beberapa tahun terakhir.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait