Lebaran Minim Transaksi, IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas Mei 2021

Image title
Oleh Lavinda
6 Mei 2021, 13:59
IHSG sepanjang Mei 2021 diproyeksi bergerak konsolidasi terbatas dengan rentang pergerakan 5.883-6.115, dipicu oleh penurunan volume dan nilai transaksi saham.
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.
Karyawan mengamati layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang Mei 2021 diproyeksi bergerak konsolidasi terbatas dengan rentang pergerakan 5.883-6.115. Kondisi itu dipicu oleh penurunan volume transaksi dan nilai transaksi di bursa saham dalam negeri.

Martha Christina, Senior Information PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi, penurunan volume dan nilai transaksi saham berpotensi membuat pergerakan pasar saham cenderung terbatas, meski tetap optimis terhadap prospek kondisi makroekonomi dari global dan dalam negeri.

"Memasuki bulan Mei 2021, titik awal akan bergerak konsolidasi downtrend. Angka prediksi itu didasari oleh prediksi secara teknikal yaitu batas support 5.883-5.735 serta resistant 6.115-6.281," ujar Martha dalam konferensi pers Media Day Mirae Asset Sekuritas, Kamis (6/5).

Menurut dia, nilai transaksi saham berpotensi menyusut, terutama karena libur Lebaran 2021. Selain itu, pelaku pasar  masih menunggu (wait and see) terhadap publikasi laporan keuangan emiten di bursa saham.

Pada April 2021, rerata nilai transaksi harian di bursa saham tercatat Rp 9,42 triliun, dan terus menurun menjadi Rp 9,14 triliun sejak awal bulan ini. Angka itu juga jauh lebih rendah dari rata-rata nilai transaksi pada Januari-Maret yang mencapai Rp 15,69 triliun per hari.

Martha menjelaskan, faktor kasus baru Covid-19 di dalam negeri setelah libur panjang Lebaran 2021 berpotensi menjadi katalis negatif. Namun, jika angka Covid-19 masih stabil dan tidak mengalami kenaikan usai libur Lebaran, maka kondisi itu dapat beralih menjadi faktor positif bagi pergerakan pasar saham.

Berdasarkan faktor makroekonomi, Martha mengatakan kondisi ekonomi domestik cenderung positif, ditunjang dari data historis angka pertumbuhan ekonomi, dan data manufaktur yang menunjukkan perbaikan.

Menurut dia, faktor makroekonomi yang membaik itu menjadi satu dari tiga katalis pendorong pergerakan IHSG sepanjang Mei. Dua katalis positif lain adalah potensi kenaikan harga komoditas dan program vaksinasi Covid-19 yang sudah berjalan di dalam negeri.

Untuk sektor pilihan bulan ini, Martha dan Tim Investment Information Mirae Asset Sekuritas memilih sektor barang konsumsi primer yakni JPFA, MAIN, emiten properti BSDE, CTRA, PWON, emiten tambang ANTM, TINS, dan beberapa pilihan lain yakni, AKRA, BBTN, SRTG, dan MPMX.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait