IHSG Diprediksi Berada di Zona Merah, Saham Bank Jadi Andalan

Berdasarkan analisis teknikal, rentang pergerakan IHSG hari ini diperkirakan ada di level 6.123 dan 6.336.
Image title
4 Oktober 2021, 08:41
IHSG, Bursa Saham, Indeks, Saham
ANTARA FOTO/Reno Esnir/rwa.
Karyawan memotret layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (29/1/2021).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun hingga 0,92% ke level 6.228 pada perdagangan terakhirnya pekan lalu, Jumat (1/10). Indeks diperkirakan kembali melemah awal pekan ini, Senin (4/10).

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan IHSG berpotensi melemah hari ini. Berdasarkan analisis teknikal, rentang pergerakan indeks saham hari ini diperkirakan berada di level 6.123 dan 6.336.

Mengawali kuartal keempat 2021, William menilai perkembangan pergerakan IHSG terlihat sedang kembali pada rentang konsolidasi wajar setelah pada beberapa waktu sebelumnya. Sedangkan gelombang tekanan yang sedang terjadi terlihat belum akan berakhir.

"Hal ini terlihat dari masih minimnya sentimen ditambah dengan kondisi perlambatan perekonomian yang masih berlangsung," ujar William.

Menurutnya, fluktuasi harga komoditas serta nilai tukar rupiah juga belum akan memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG. Dengan demikian, peluang IHSG berada di zona merah hari ini sangat besar.

Terdapat sejumlah saham yang menurutnya layak untuk menjadi perhatian pelaku pasar saham hari ini, seperti Alam Sutera Realty (ASRI), Indo Tambangraya Megah (ITMG), Jasa Marga (JSMR), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Adhi Karya (ADHI).

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan IHSG akan berada pada koreksi minor dengan peluang mengisi kesenjangan yang terbentuk di level 6.162 dan 6.174, sebelum melanjutkan fase kenaikan.

"Level support IHSG berada di 6.186, 6.162, dan 6.129. Sementara level resistance di 6.299, 6.358, dan 6394," kata Ivan dalam riset tertulisnya.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Ketika menyentuh support, harga biasanya akan kembali ke atas karena peningkatan pembelian. Namun jika tembus, harga akan terus turun untuk menemukan titik support baru.

Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan terhambat.

Sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain Adaro Energy (ADRO), Aneka Tambang (ANTM), Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Tabungan Negara (BBTN).

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan juga mengatakan ada potensi IHSG hari ini melemah. Area support di level 6.194 dan 6.161. Sementara area resistance di level 6.309 dan 6.268.

"Pergerakan masih dibayangi kekhawatiran akan anggaran pemerintah, tapering, dan inflasi Amerika Serikat. Pergerakan di awal pekan diperkirakan minim akan sentimen," kata Dennies.

Ia merekomendasikan saham Wijaya Karya (WIKA), Perusahaan Gas Negara (PGAS), dan Adaro Energy (ADRO) untuk tahan (hold) jika sudah beli sebelumnya. Pasalnya, indikator teknikal dan sentimen sama-sama netral.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait