BEI: 30 Perusahaan Antre IPO, Empat Calon Emiten dari Sektor Teknologi

Sampai 14 Januari 2022, tercatat sudah ada dua perusahaan yang melantai di BEI dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp723 Miliar.
Image title
Oleh Lavinda
17 Januari 2022, 12:34
BEI
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Jakarta, Kamis (11/2/2021).

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat 30 perusahaan dalam daftar antrean pencatatan saham di pasar modal. Dari jumlah ini, sebanyak empat perusahaan berasal dari sektor teknologi. 

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna merinci, sektor usaha yang paling banyak masuk dalam daftar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) berasal dari sektor siklus konsumen atau consumer cyclicals, yakni sembilan perusahaan.

"Empat perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, empat perusahaan dari sektor industri, dan empat perusahaan dari sektor teknologi," ujarnya dalam pesan singkat, dikutip Senin (17/1).

Kemudian, sebanyak tiga perusahaan berasal dari sektor properti dan real estate. Sisanya, masing-masing dua perusahaan dari sektor energi dan sektor infrastruktur, serta satu perusahaan dari sektor keuangan. 

Advertisement

Berdasarkan klasifikasi aset perusahaan, sebanyak 14 perusahaan memiliki aset berskala menengah, yakni antara Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar. Kemudian, 12 perusahaan memiliki aset berskala besar, yakni di atas Rp 250 miliar. Sisanya, empat perusahaan memiliki aset skala kecil, atau berada di bawah Rp 50 miliar. 

Sampai 14 Januari 2022, tercatat sudah ada dua perusahaan yang melantai di bursa saham dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp723 Miliar.

Tren Unicorn Melantai di Bursa Saham

Menanggapi tren maraknya unicorn yang mengajukan rencana pencatatan saham di pasar modal, Nyoman mengatakan, otoritas telah menerbitkan sejumlah terobosan kebijakan baru di pasar modal Indonesia. Hal ini bertujuan untuk membuka pintu yang luas bagi perusahaan dari berbagai sektor untuk tercatat di papan bursa.

"Kami optimistis inisiatif ini dapat disambut dengan baik, khususnya oleh perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia yang sedang berkembang pesat," katanya.

Sebelumnya, BEI telah menerbitkan aturan terkait penerapan Saham dengan Hak Suara Multipel (SHSM) untuk IPO dan perubahaan peraturan Bursa No I-A tentang Ketentuan Umum Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas di Bursa. 

Saat ini, terdapat PT Bukalapak.com Tbk yang sudah tercatat di papan bursa saham pada 2021. Unicorn pertama di pasar modal Tanah Air ini menorehkan sejarah penggalangan dana terbesar dalam dua dasawarsa terakhir, yakni sebesar US$ 1,3 miliar atau Rp 21,9 triliun.

Selain Bukalapak, BEI juga menyambut tercatatnya PT Dayamitra Telekomunikasi (MTEL) pada November 2021 dengan penggalangan dana Rp 18,78 triliun. Mitratel juga merupakan anak perusahaan BUMN sektor teknologi dengan IPO terbesar.

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait