IHSG Naik ke Level 7.129, Transaksi Bursa Justru Melorot 9,3% Sepekan

Pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG berada di level 7.129 dari 7.084 pada pekan sebelumnya.
Image title
Oleh Lavinda
13 Agustus 2022, 16:06
IHSG
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.
Petugas kebersihan melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/6/2022).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat meningkat 0,63% dalam kurun waktu sepekan. Pada perdagangan akhir pekan ini, indeks saham berada di level 7.129 dari 7.084 pada pekan sebelumnya.

Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 8 - 12 Agustus 2022, rata-rata volume transaksi harian bursa meningkat 6,08% menjadi 25,737 miliar saham dari 24,262 miliar saham pada periode penutupan pekan lalu. Kapitalisasi pasar Bursa turut mengalami kenaikan 0,54% menjadi Rp 9.333 triliun dari Rp 9.283 triliun pada pekan yang lalu.

Kendati demikian, rata-rata nilai transaksi harian bursa menyusut 9,35% menjadi Rp 13,90 triliun dari Rp 15,339 triliun pada penutupan pekan lalu. rata-rata frekuensi harian bursa juga menurun 0,18% menjadi 1.305.619 transaksi dari sebelumnya 1.307.982 transaksi.

Pada Jumat (12/8), investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 762,71 miliar. Sementara itu, sepanjang tahun 2022, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp60,337 triliun.

Advertisement

Pada pekan ini, terdapat pencatatan sembilan saham, tiga waran, 11 obligasi, dan tiga sukuk di BEI.

Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun 2022 adalah 88 emisi dari 65 emiten senilai Rp 106,98 triliun. Dengan seluruh pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 507 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp 454,94 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 125 emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 155 seri dengan nilai Rp 4.900,13 triliun dan US$ 211,84 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 Emisi senilai Rp 3,98 triliun.

Berdasarkan garis waktu penerbitan instrumen keuangan pekan ini, pada Senin (8/8), terdapat empat pencatatan perdana saham serta satu waran. Perusahaan tersebut antara lain: saham dan waran dari PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) tercatat di Papan Akselerasi BEI. EURO bergerak di industri produk kebutuhan pribadi.

Selanjutnya, PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) tercatat di Papan Pengembangan. KKES bergerak di industri kimia dasar. Masih pada hari yang sama, emiten sektor transportasi dan logistik, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), dan emiten infrastruktur telekomunikasi, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) tercatat di Papan Utama.

Pada Selasa (9/8), terdapat tiga pencatatan perdana saham dan dua waran, yakni: PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL)  tercatat di Papan Pengembangan BEI, saham dan waran PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN) pada Papan Akselerasi BEI, dan saham PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) pada Papan Pengembangan BEI. Ketiganya merupakan emiten ritel dengan subindustri yang berbeda-beda.

Pada Rabu (10/8), PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) dan PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) mencatatkan sahamnya pada Papan Pengembangan BEI. MEDS merupakan perusahaan perlengkapan kesehatan, sedangkan CRAB merupakan perusahaan sektor produk pertanian dan perikanan.

Terkait instrumen obligasi, PT Wahana Inti Selaras menerbitkan Obligasi I Wahana Inti Selaras Tahun 2022 yang dicatatkan di BEI dengan nilai sebesar Rp 2 triliun. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idA (Single A) untuk obligasi ini. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. bertindak sebagai Wali Amanat.

Selanjutnya, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Indah Kiat Pulp & Paper Tahap I Tahun 2022 dengan target dana Rp 2 triliun, dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Indah Kiat Pulp & Paper Tahap I Tahun 2022 dengan nilai Rp 1 triliun. Pefindo menetapkan peringkat idA+ (Single A Plus) untuk Obligasi dan idA+(sy) (Single A Plus Syariah) untuk Sukuk. PT Bank KB Bukopin Tbk. bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

Kemudian, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Sarana Multi Infrastruktur Tahap I Tahun 2022 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Sarana Multi Infrastruktur Tahap I Tahun 2022 dengan dana masing-masing Rp 1 triliun dan Rp 500 miliar. Pefindo menyematkan peringkat idAAA (Triple A) untuk Obligasi dan idAAA(sy) (Triple A Syariah) untuk Sukuk Mudharabah. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

Beralih ke PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Kereta Api Indonesia Tahap I Tahun 2022 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Kereta Api Indonesia Tahap I Tahun 2022. Perusahaan pelat merah ini meraih dana masing-masing Rp 1,5 triliun dan Rp 500 miliar. Hasil pemeringkatan Pefindo untuk Obligasi adalah idAA+ (Double A Plus) dan Sukuk adalah idAA+(sy) (Double A Plus Syariah). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk.

Selanjutnya, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Chandra Asri Petrochemical Tahap I Tahun 2022 dengan nilai Rp 2 triliun. Pefindo menetapkan peringkat untuk Obligasi ini adalah idAA- (Double A Minus). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.

PT BRI Multifinance Indonesia menerbitkan Obligasi I BRI Finance Tahun 2022 dengan nilai nominal Rp 700 miliar. Hasil pemeringkatan Pefindo untuk Obligasi adalah idAA (Double A). PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. bertindak sebagai Wali Amanat.

Selanjutnya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Protelindo Tahap I Tahun 2022 dengan nilai nominal Rp 1 triliun. Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) untuk Obligasi ini adalah AAA(idn) (Triple A) dan Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Permata Tbk.

Berikutnya, PT Hino Finance Indonesia menerbitkan Obligasi I Hino Finance Indonesia Tahun 2022 dengan nilai Rp 700 miliar. Fitch memberikan peringkat idAAA (Triple A) untuk Obligasi ini dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bertindak sebagai Wali Amanat.

PT JACCS Mitra Pinasthika Mustika Finance Indonesia menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I JACCS MPM Finance Indonesia Tahap I Tahun 2022 dengan nilai Rp 600 miliar. Hasil pemeringkatan dari Fitch untuk Obligasi adalah AA(idn) (Double A) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bertindak sebagai Wali Amanat.

Pada pengujung pekan, PT Permodalan Nasional Madani menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V PNM Tahap I Tahun 2022 dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tower Bersama Infrastructure Tahap IV Tahun 2022. Masing-masing dengan nilai Rp 1 triliun dan Rp 2,2 triliun. 

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait