Grup Salim Masuk Jadi Investor, Harga Saham Bumi Resources Meroket 14%

Harga saham Bumi Resources meroket 14,11% ke level Rp 186, setelah perusahaan memastikan entitas Grup Salim masuk menjadi jajaran pemegang saham.
 Zahwa Madjid
7 Oktober 2022, 18:55
Bumi Resources
www.bumiresources.com
Bumi Resources

Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) meroket 14,11% atau 23 poin ke level Rp 186 pada akhir perdagangan Jum’at (7/10) hari ini. Hal ini terjadi sesaat setelah perusahaan memastikan entitas Grup Salim menyerap saham baru yang akan diterbitkan perusahaan. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), entitas Grup Bakrie ini bahkan masuk ke dalam top volume dan top frequency atau menjadi saham dengan volume dan frekuensi yang paling banyak didagangkan di bursa saham sepanjang hari ini.

Kenaikan saham tersebut terjadi setelah BUMI mengumumkan kepastian aksi korporasi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement. BUMI akan menerbitkan maksimal 200 miliar saham seri C dengan harga pelaksanaan Rp 120 per saham, sehingga mampu mengantongi dana mencapai Rp 24 triliun.

Dalam pengumuman tertulis, Jumat (7/10), perusahaan memastikan investor yang akan menyerap saham BUMI antara lain, Mach Energy (Hong Kong) Limited (MEL), dan Treasure Global Investments Limited (TGIL).

Advertisement

Berdasarkan komposisinya, MEL dimiliki oleh tiga investor. Pertama, Mach Energy (Singapura) Pte Ltd menggenggam 42,5% saham. Ini merupakan pihak yang dikendalikan oleh Anthoni Salim, sekaligus perusahaan yang tergabung dalam Grup Salim.

Kedua, PT Bakrie Capital Indonesia memiliki 42,5% saham MEL. Ini merupakan perusahaan dalam kendali Grup Bakrie. Ketiga, Clover Wide Limited menguasai 15% saham MEL. 

 

Setelah penyelesaian private placement, baik BCI maupun MPEL akan bersama-sama mengendalikan MEL. Semua keputusan yang dibuat MEL akan disetujui bersama oleh BCI dan MEPL.

Sedangkan, TGIL merupakan perusahaan yang berdomisili di Singapura. PT Aswana Pinasthika Investasi dan MPEL masing-masing menguasai 16,5% dan 83,85% saham TGIL.

Reporter: Zahwa Madjid
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait