Apakah Menangis Membatalkan Puasa? Berikut Penjelasannya

Ghina Aulia
11 Maret 2023, 08:25
Apakah menangis membatalkan puasa?
Unsplash
Ilustrasi, orang sedang beribadah.

Puasa merupakan salah satu kegiatan menahan nafsu dunia, yang wajib dilakukan oleh umat Islam pada bulan Ramadan. Misalnya dengan tidak makan, minum, berhubungan badan, dan lain-lain.

Puasa diatur di dalam ayat-ayat Al Quran dan hadits yang diriwayatkan perawi oleh Rasulullah SAW. Keistimewaan bulan Ramadan juga menjadi pembedanya dari bulan-bulan lain.
Diriwayatkan oleh Ahmad, Rasulullah SAW bersabda:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ

"Telah datang Bulan Ramadan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan," (HR. Ahmad).

Tak hanya itu, di bulan Ramadan, penghuni neraka juga akan dibebaskan. Hal ini disabdakan oleh Rasulullah SAW melalui Tirmidzi.

إذَا كَانَ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِيْ مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ

"Jika awal Ramadan tiba, maka setan-­setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadan); Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka,"(HR Tirmidzi).

Namun, Anda juga harus mengetahui apa saja hal yang menjadi syarat, rukun, dan hal-hal yang berpotensi membatalkannya.

Salah satu yang biasa dipertanyakan adalah apakah menangis membatalkan puasa? Menangis akan mengeluarkan air mata dari mata yang merupakan salah satu lubang pada tubuh.

Untuk mengetahuinya, sudah semestinya menjadikan hal-hal pembatal puasa sebagai acuan. Hal ini dibahas oleh Abu Syuja’ melalui kitab Matan Al Ghoyah tentang sembilan hal yang menggagalkan puasa.

والذي يفطر به الصائم عشرة أشياء : ما وصل عمدا إلى الجوف أو الرأس والحقنة في أحد السبيلين والقيء عمدا والوطء عمدا في الفرج والإنزال عن مباشرة والحيض والنفاس والجنون والإغماء كل اليوم والردة

“Yang membatalkan puasa ada sepuluh hal, yakni (1) sesuatu yang sampai pada rongga bagian dalam tubuh (jauf) atau kepala, (2) mengobati dengan memasukkan sesuatu pada salah satu dari dua jalan (qubul dan dubur), (3) muntah secara sengaja, (4) melakukan hubungan seksual secara sengaja pada alat kelamin, (5) keluarnya mani sebab bersentuhan kulit, (6) haid, (7) nifas, (8) gila, (9) pingsan di seluruh hari dan (10) murtad,” (Syekh Abi Syuja’, Matan Abi Syuja’, hal. 127).

Apakah Menangis Membatalkan Puasa?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berdasarkan penjelasan sebelumnya, menangis tidak termasuk ke dalam hal-hal yang membatalkan puasa.

Tak hanya itu, Rasulullah SAW juga menekankan bahwa terdapat tiga hal yang membatalkan puasa. Di antaranya makan disengaja, minum disengaja, dan berhubungan suami istri dengan sengaja di siang hari saat berpuasa.

Selain itu, hal ini juga mengacu kepada sosok Abu Bakar As Shidiq, yakni sahabat Rasulullah yang berhati lembut. Melalui Muslim, Aisyah RA menuturkan bahwa:

“Mereka melalui Abu Bakar yang sedang shalat bersama dengan yang lainnya.” Aisyah menuturkan, Saya pun berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Bakar adalah seorang laki laki yang lembut hatinya, apabila telah membaca Al Quran beliau tidak mampu menahan cucuran air mata dari keduanya.” (HR Muslim)

Berdasarkan hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa Abu Bakar yang menangis saat melaksanakan salat, tidak membatalkan ibadahnya.

Sementara itu, tidak ada hadits yang dengan gamblang bahwa menangis dapat membatalkan puasa. Terlebih menangis dapat terjadi dari dalam naluri seorang manusia. Untuk dilakukan dengan sengaja, menangis bukanlah hal yang mudah.

Tangisan yang Diridhoi Allah SWT

Melansir Cahaya Islam, disampaikan bahwa terdapat beberapa jenis tangisan yang diridhoi oleh Allah SWT, di antaranya:

1. Tangisan Muhasabah

Mengutip dari laman Istiqlal, muhasabah merupakan kegiatan meneliti perbuatan kita pada masa lalu dan masa kini. Singkatnya, muhasabah seperti introspeksi diri.

Salah satu renungan yang diridhoi Allah yaitu tangisan muhasabah. Hal ini mengacu pada firman Allah SWT pada surat At-Taubah ayat 82:
فَلْيَضْحَكُوْا قَلِيْلًا وَّلْيَبْكُوْا كَثِيْرًاۚ جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
“Maka biarkanlah mereka tertawa sedikit dan menangis yang banyak, sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat.”

2. Tangisan Minta Maaf

Tangisan minta maaf bisa dilakukan ketika seorang hamba melakukan kesalahan dan merasa bersalah akan hal tersebut. Baik kepada Allah SWT maupun sesama manusia.

3. Tangisan Memaafkan Orang Lain

Tidak meminta maaf, ternyata tangisan memaafkan orang lain juga salah satu yang mungkin diridhoi Allah. Memaafkan bukanlah hal yang mudah, selain melukai hati, juga keikhlasan yang besar.

4. Tangisan Doa Kebaikan Umat

Selanjutnya adalah tangisan doa kebaikan umat. Misalnya karena saudara mengalami musibah dan mengharapkan ridho dari Allah agar masalah cepat mereda.

Editor: Intan

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...