Donald Trump Ancam Akan Serang Kuba Setelah Perang Iran-AS Selesai

Izzul Millati
11 Maret 2026, 11:32
Trump menyatakan Amerika akan serang Kuba setelah Iran
Youtube/White House
Trump menyatakan Amerika akan serang Kuba setelah Iran
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman baru untuk menyerang Kuba setelah “urusannya” dengan Iran selesai. Ancaman tersebut disampaikan langsung oleh Donald Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih. Pernyataan tersebut muncul saat ia menerima kunjungan klub sepak bola Inter Miami, juara Major League Soccer 2025, pada Kamis (5/3).

Dalam kesempatan itu, Trump menegaskan bahwa pemerintahannya saat ini masih fokus pada perang melawan Iran. Namun ia juga memberi isyarat bahwa langkah terhadap Kuba hanya tinggal menunggu waktu setelah konflik tersebut selesai.

Trump Masih Ingin Fokus Serang Iran

Donald Trump
Donald Trump (YouTube White House)

 

Trump menjelaskan bahwa prioritas utama pemerintahannya saat ini adalah menyelesaikan konflik militer melawan Iran. Ia menyebut perang tersebut sebagai agenda penting dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Meski menekankan fokus pada Iran, Trump memberikan sinyal bahwa Amerika Serikat dapat mengambil tindakan terhadap Kuba setelah perang tersebut selesai.

“Apa yang terjadi dengan Kuba sungguh luar biasa. Kami ingin menyelesaikan yang ini (Iran) terlebih dahulu. Setelah itu hanya soal waktu,” kata Trump dalam pernyataannya.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga memuji Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Ia menyebut Rubio telah melakukan “pekerjaan fantastis” dalam menangani kebijakan Amerika Serikat terhadap Kuba.

Pemerintahan Trump diketahui telah memperketat berbagai sanksi ekonomi terhadap negara pulau tersebut sebagai bagian dari strategi menekan perekonomian Kuba.

Tekanan Amerika Serikat terhadap Kuba

Ancaman terhadap Kuba bukan kali pertama disampaikan oleh Trump dan sekutunya. Hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba memang telah lama diwarnai ketegangan politik, terutama sejak Kuba dipimpin oleh pemerintahan komunis.

Pemerintahan Trump telah memperketat berbagai sanksi ekonomi yang menargetkan Kuba. Kebijakan tersebut bertujuan menekan perekonomian negara tersebut dan mendorong perubahan politik di Havana. Sanksi tersebut juga mencakup pembatasan perdagangan, pembatasan investasi asing, serta tekanan terhadap sektor energi Kuba.

Trump kemudian menyatakan bahwa pasokan minyak dari Venezuela ke Kuba akan dihentikan sepenuhnya. Padahal, minyak Venezuela selama ini menjadi salah satu sumber energi utama bagi perekonomian Kuba.

Kilas Balik Penangkapan Nicolas Maduro

Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (Instagram/nicolasmaduro)

 

Penangkapan Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (Januari 2026) berkaitan erat dengan Kuba karena terungkapnya hubungan militer dan intelijen yang mendalam, di mana personel Kuba bertindak sebagai pengawal pribadi Maduro dan mengamankan rezimnya. Kuba membela Maduro karena kepentingan ideologis dan ekonomi, termasuk ketergantungan pada minyak Venezuela.

Penangkapan tersebut menjadi salah satu operasi militer paling kontroversial di kawasan Amerika Latin dalam beberapa dekade terakhir dan memperlihatkan perubahan langkah Washington yang semakin agresif terhadap pemerintah yang dianggap berseberangan dengan kepentingan Amerika Serikat.

Operasi yang diberi nama “Operation Absolute Resolve” itu diluncurkan pada 3 Januari 2026 dini hari dan dipimpin langsung oleh militer Amerika Serikat dengan persetujuan Presiden Donald Trump. Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur militer, termasuk pasukan elit Delta Force, unit penerbangan khusus 160th Special Operations Aviation Regiment, Angkatan Laut, serta dukungan intelijen dari CIA dan badan keamanan federal lainnya.

Serangan dimulai sekitar pukul 02.00 waktu setempat ketika militer Amerika terlebih dahulu menargetkan sejumlah infrastruktur militer Venezuela di wilayah utara negara itu untuk melumpuhkan sistem pertahanan udara. Setelah pertahanan udara dianggap tidak lagi efektif, helikopter dan pesawat militer Amerika memasuki wilayah Caracas dan menuju kompleks tempat tinggal Maduro.

Ancaman terhadap Kuba berpotensi meningkatkan ketegangan politik di kawasan Karibia dan Amerika Latin. Sejumlah negara di kawasan tersebut kemungkinan akan memberikan respons terhadap kebijakan Amerika Serikat yang dianggap terlalu agresif.

Blokade pasokan bahan bakar dalam jangka lama membuat negara tersebut mengalami kekurangan energi yang berdampak pada layanan publik dan aktivitas ekonomi. Jika ancaman terhadap Kuba benar-benar diwujudkan, situasi tersebut berpotensi memperluas konflik geopolitik yang sudah terjadi di Timur Tengah.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan