Libatkan 37 Hotel, Kemenparekraf Bantu Penginapan Nakes dari 40 RS

Kemenparekraf tengah mengkaji kemungkinan memperluas bantuan akomodasi bagi nakes di wilayah Luar Jawa-Bali.
Image title
14 September 2021, 19:39
Kemenparekraf, nakes, Covid-19, gerakan 3M
Kemenparekraf
Tenaga kerja (Nakes) Kesehatan diperiksa sebelum memasuki hotel. Kemenparekraf memberikan bantuan akomodasi termasuk penginapan bagi nakes yang menangani Covid-19.

Sebanyak 4.370 tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga penunjang fasilitas kesehatan dari 40 rumah sakit di Jawa dan Bali menerima bantuan akomodoasi, termasuk penginapan hotel, dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang disalurkan Kemenparekraf sejak 1 September lalu.

"Kegiatan ini melibatkan industri pariwisata yaitu jasa akomodasi (perhotelan) sebanyak 37 hotel dan penggunaan bus sebanyak 57 unit," tutur Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, melalui siaran pers, Selasa (14/9).

Bantuan akomodasi tersebut tidak hanya berupa penginapan tetapi juga alat transportasi, makanan minumam, serta fasilitas laundry.

Advertisement

Provinsi DKI Jakarta mendapat bantuan akomodasi terbanyak yakni kepada 22 rumah sakit. Sementara itu, ada delapan rumah sakit di Yogyakarta yang mendapat bantuan disusul kemudian dengan Bali (3), Jawa Barat (3), Jawa Timur (2),  Jawa tengah dan Banten masing-masing satu rumah sakit.

Kemenparekraf semula akan memberikan bantuan akomodasi kepada 71 rumah sakit. Namun, menyusul terus melandainya kasus Covid-19, jumlah rumah sakit yang mengajukan bantuan semakin berkurang.

"Dengan menurunnya level PPKM, maka sebanyak 31 rumah sakit memutuskan untuk menunda permintaan dukungan akomodasi dan fasilitas pendukung lainnya yang telah kami siapkan. Sehingga target 71 rumah sakit yang akan didukung belum tercapai," kata Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut.

Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan ketepatan sasaran program serta akuntabilitas. Termasuk di dalamnya adalah mengkaji permintaan dukungan akomodasi bagi tenaga kesehatan dari rumah sakit di luar pulau Jawa dan Bali.

"Kami masih terus menerima beberapa permintaan dukungan. Saat ini Kemenparekraf juga tengah melakukan pendataan lanjutan yang berkaitan dengan permintaan dukungan bagi tenaga kesehatan di luar Pulau Jawa dan Bali," kata Sandiaga.

Kemenparekraf menyiapkan anggaran sebesar Rp 298 miliar untuk dukungan akomodasi bagi  nakes. Dukungan akomodasi nakes akan diberikan hingga November mendatang.

 Sebelumnya, mereka telah menerima pengajuan dari 71 rumah sakit untuk akomodasi sebanyak 9.766 orang nakes dengan 465.659 unit kamar.   

“Ini dilakukan melalui koordinasi dengan rumah sakit, industri perhotelan, kementerian lembaga terkait, dan pemerintah daerah di tujuh lokasi utama dalam penanganan Covid-19,” kata Sandiaga, pekan lalu.

Pada tahun 2020, Kemenparekraf juga menyalurkan anggaran sebesar Rp 100 miliar untuk dukungan akomodasi penanganan Covid-19.  Termasuk dalam bantuan itu juga adalah penyediaan hotel bagi nakes dan tempat isolasi pasien bergejala ringan

Nakes merupakan salah satu pilar penting dalam penanganan Covid-19. ibuan nakes bahkan harus kehilangan nyawa karena berada di garda terdepan penanganan Covid. Lapor Covid-19 mencatat, sebanyak 1.967 tenaga kesehatan telah meninggal dunia akibat virus corona Covid-19 hingga 25 Agustus 2021. Bila dilihat trennya, jumlah tenaga kesehatan yang meninggal akibat corona mengalami peningkatan signifikan dari Mei-Juli 2021.

 Pada Mei 2021, tenaga kesehatan yang meninggal dunia tercatat sebanyak 24 orang, naik 50% dari bulan sebelumnya. Angkanya melonjak hingga mencapai 115 orang pada Juni 2021

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait