Potensi Ekonomi Digital Rp4 Ribu Triliun di 2030, Talenta Masih Kurang

Indonesia saat ini menempati peringkat ke-56 dari 63 negara dalam IMD World Digital Competitiveness Rankings.
Image title
12 Oktober 2021, 13:11
digital, ekonomi, potensi, perdagangan
Siaran Pers Kemendikbudristek
Dua orang siswa sedang mengoperasikan perangkat laptop pada proses belajar. Pemerintah tengah menggencarkan program digitalisasi sekolah yang diharapkan ke depan akan menjadi infrastruktur dasar dalam proses pembelajaran.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, ekonomi digital dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan bagi Indonesia di masa yang akan datang.  Perkembangan ekonomi digital di Indonesia bahkan saat ini sangat masif, bahkan melebihi negara lain di ASEAN.

“Jika diukur dengan gross merchandise value (GMV) potensi ekonomi digital di Indonesia sangat besar dan jauh melebihi negara-negara lainnya di kawasan ASEAN,” ujar Lutfi dalam Gambir Trade Talk, Selasa (12/10).

Pada 2020 lalu, ekonomi digital berkontribusi sekitar 4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun pada 2030 mendatang, PDB Indonesia diperkirakan bakal tumbuh setidaknya 1,5 kali lipat dari Rp 15.400 triliun menjadi Rp 24 ribu triliun.

“Demikian juga ekonomi digital Indonesia juga diyakini akan tumbuh setidaknya 8 kali lipat dari Rp 632 triliun pada hari ini menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030 mendatang,” ujarnya.

 Sektor perdagangan elektronik atau e-commerce juga diperkirakan masih akan menguasai peta ekonomi digital Indonesia.

Pada 2030 mendatang kontribusi e-commerce akan mencapai Rp 1.908 triliun atau sekitar 33-34% dari total ekonomi digital.

Selain itu, kontribusi besar lainnya juga akan bersumber dari skema B2B termasuk supply chain dan logistik yang akan menyumbang sekitar Rp 763 triliun atau 13% dari total ekonomi digital.

Bahkan online travel juga akan berkontribusi sebesar Rp 575 triliun atau 10%. Sedangkan corporate services akan berkontribusi sebesar Rp 529 triliun atau setara 9%.

 Namun, besarnya potensi ekonomi digital belum didukung sepenuhnya oleh kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Karena itulah, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, pemerintah saat ini fokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dan ketersediaan infrastruktur digital.

Ia menjelaskan, Indonesia saat ini menempati peringkat ke-56 dari 63 negara dalam IMD World Digital Competitiveness Rankings.

 Oleh karena itu, jumlah talenta digital perlu ditingkatkan, baik di instansi pemerintah, pelaku usaha, kalangan akademisi, hingga masyarakat umum.

“Talenta yang memiliki kemampuan dan keterampilan era digital akan mendorong inovasi dan mempersiapkan jalan Indonesia menuju sistem ekonomi digital yang produktif di masa depan,” kata Mantan Dubes RI untuk Jepang tersebut.

 Selanjutnya adalah infrastruktur, terlebih , jika dibandingkan dengan negara lainnya pengeluaran per kapita Indonesia untuk pengembangan infrastruktur teknologi informasi masih tertinggal.

Dengan demikian, pemerintah mengupayakan percepatan investasi infrastruktur digital untuk memastikan potensi ekonomi digital Indonesia tidak hanya berpusat di kota-kota besar, namun juga tersebar di pelosok nusantara.

 Langkah ini diperlukan memastikan tidak ada lagi kesenjangan digital.

“Kami akan hadir memfasilitasi inovasi dan memastikan lingkungan bisnis yang adil dan inklusif. Kami tidak hanya memfasilitasi pertumbuhan unicorn, namun akan memastikan investasi dan inovasi juga terjadi pada perusahaan dengan skala yang lebih kecil,” kata Mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat tersebut.

 

Salah satu faktor pendorong potensi tersebut adalah jumlah populasi yang besar di Indonesia. Saat ini Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar ke-empat di dunia.

Dengan populasi besar maka permintaan terhadap layanan digital pun akan sangat besar.

Sebanyak lebih dari 197 juta masyarakat telah memiliki akses terhadap internet. Angka ini bahkan diproyeksikan akan bertambah menjadi 257 juta orang pada 2050.

“Saya percaya transformasi digital tidak hanya mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan, tapi juga akan menjadi motor penggerak ekonomi baru di masa depan,” kata dia.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait