Kemenhub Cetak Rekor Serapan Anggaran di 2021, Belanja Modal Capai 96%

Kementerian Perhubungan juga mengumpulkan PNBP sebesar Rp 7,99 triliun di tahun 2021. PNBP lebih rendah dari target awal karena terdampak pandemi, terutama di sektor transportasi udara.
Image title
26 Januari 2022, 15:21
Kemenhub, anggaran
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp.
Pekerja menggunakan alat berat untuk menyelesaikan proyek jalur kereta api ganda Kiaracondong-Cicalengka, di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/2/2021). Anggaran pembangunan proyek jalur kereta api masuk di Kementerian Perhubungan.

Realisasi anggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada tahun 2021 mencapai Rp 33, 29 triliun atau 97,19% dari total pagu. Pencapaian realisasi tersebut menjadi rekor tersendiri bagi Kemenhub.

Pagu akhir Kemenhub setelah dilakukan pengalihan (refocusing) dan penambahan anggaran sepanjang 2021 adalah Rp 34,25 triliun. 

Realisasi serapan anggaran Kemenhub pada 2020 mencapai 95%. Sementara itu, realisasi pada 2019 adalah 92% dari pagu anggaran. 

"Anggaran 2021 jauh lebih baik dan trennya meningkat. (Realisasi 2021) rekor baru bagi kinerja Kementerian Perhubungan selama ini, namun tidak membuat kami berpuas diri," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, Rabu (26/1).

Advertisement

Realisasi belanja pegawai mencapai Rp 3,48 triliun atau 97,4% dari pagu sementara realisasi belanja barang sebesar Rp 12,66 triliun atau 97,8% dari pagu.

Realisasi belanja modal mencapai Rp 17,15 triliun atau 96,7% dari pagu. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realiasi belanja modal Kemenhub di antaranya dimanfaatkan untuk menambah jalur kereta api.

Sepanjang 2021, belanja modal untuk membangun jalur kereta api mencapai Rp 3,1 triliun. Progres jalur kereta api mencapai 75,12 % dari target 216,84 km.

 Pagu anggaran  Kemenhub pada awal 2021 adalah Rp 45,66 triliun. Namun, terjadi pengalihan anggaran senilai Rp 14,27 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19. Terdapat juga penambahan anggaran hingga Rp 3,65 triliun. 

Pandemi Covid-19 dinilai juga menjadi penyebab utama tertahannya pertumbuhan realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada tahun 2021, terutama sektor transportasi.

Budi Karya mengatakan PNBPKementerian Perhubungan dari transportasi udara, kereta api, dan pendidikan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) merupakan yang paling terdampak. 

PNBP dari sektor transportasi udara dan kereta api anjlok hingga 70% akibat pandemi. Sementara itu, BPSDM tidak menyelenggarakan pelatihan luring selama dua tahun terakhir. 

Di sisi lain, PNBP dari sektor jasa transportasi laut dan darat tumbuh. Realisasi PNBP Kemenhub sepanjang 2021 mencapai Rp 7,99 triliun. lebih rendah dari target awal tahun sebesar Rp 8,74 triliun. 

 Dengan kata lain, PNBP yang dikumpulkan Kementerian Perhubungan pada 2021 naik 3,33% atau bertambah Rp 257 miliar dari realisasi 2020 senilai Rp 7,73 triliun.

Merujuk pada data Kementerian Keuangan, peningkatan PNBP Kementerian Perhubungan utamanya berasal dari pendapatan jasa transportasi antara lain pengujian kendaraan bermotor dan layanan transportasi laut.

Pada 2022, Kementerian Perhubungan menargetkan PNBP sebesar Rp 8,51 triliun atau turun 2,63% dari target 2021. 

"Kalau dilihat, dunia penerbangan mulai recover, sekolah mulai masuk, dan kegiatan-kegiatan di kereta api mulai bergerak. Semoga (target) PNBP ini bisa tercapai," ucap Budi. 

 Sementara itu, anggaran Kemenhub untuk tahun anggaran 2022 ditetapkan sebesar Rp 32,93 triliun atau susut 3,85% dari pagu akhir 2021. 

Terkait penanganan pandemi Covid-19, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengarahkan setiap kementerian untuk mencadangkan 5% pagu anggaran yang bersumber dari Rupiah Murni untuk dicadangkan sebagai dana mitigasi.

Dasar kebijakan ini adalah sebagai mitigasi jika penyebaran Covid-19 memburuk sewaktu-waktu. 

Pagu Rupiah Murni Kemenhub untuk tahun 2022 adalah Rp 19,59 triliun. Dengan demikian, total anggaran yang dicadangkan Kemenhub adalah Rp 979,84 miliar. 

Budi Karya berharap Kementerian Perhubungan mampu  menyerap anggaran tahun 2022  sebesar 95,9% atau Rp 31,57 triliun.

"Tapi semoga kami bisa melampaui itu," ucap Budi.

 

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait