Bulan Depan, Obama Hadiri Kongres Diaspora Indonesia di Jakarta

Presiden Obama merupakan sahabat istimewa Indonesia, yang telah menjadi inspirasi masyarakat di negara ini serta hampir delapan juta warga Indonesia yang berasa di luar negeri, termasuk diaspora.
Maria Yuniar Ardhiati
12 Juni 2017, 20:54
Joko Widodo & Obama
setkab.go.id

Meski tak lagi berstatus Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama masih punya daya tarik kuat di mata masyarakat Indonesia. Presiden ke-44 Amerika Serikat ini dijadwalkan menyampaikan pidato dalam Kongres ke-4 Diaspora Indonesia (Fourth Congress of the Indonesian Diaspora/CID-4) di Kasablanka Hall, Kota Kasablanka, Jakarta, 1 Juli mendatang.

"Suatu kehormatan bagi kami, Presiden Obama kembali ke Jakarta untuk memberikan sambutan pada konvensi itu," kata Ketua Dewan Pengawas Indonesian Diaspora Network Global, Dino Patti Djalal, dalam keterangan resminya, Senin (12/6).  (Baca: Pidato Terakhir Obama: Hoax, Michelle dan Ancaman Demokrasi)

Menurut dia, Obama merupakan sahabat istimewa Indonesia, yang telah menjadi inspirasi masyarakat di negara ini serta hampir delapan juta warga Indonesia yang berasa di luar negeri.

Kongres Diaspora Indonesia diselenggarakan dua tahun sekali oleh Indonesian Diaspora Network Global (IDNG). Jaringan ini didirikan pada 2012 saat Kongres Diaspora Indonesia berlangsung di Los Angeles, Amerika Serikat.

Kongres keempat di Jakarta pada 1-4 Juli mendatang bertema "Bersinergi Bangun Negeri". Dalam kongres ini, masyarakat Indonesia dari seluruh belahan dunia akan berkumpul dan berdiskusi mengenai isu-isu ekonomi, sosial, dan kebudayaan. Tujuannya meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia di dalam dan luar negeri.

(Baca: Kepala BKPM: Investasi Amerika Serikat Lebih Berat di Era Trump)

Dalam rangkaian kongres selama empat hari tersebut, akan ada sebuah konvensi yang terbuka untuk umum. Secara keseluruhan, konvensi ini terdiri dari 12 sesi yang menghadirkan para pembicara dari berbagai elemen Indonesia, termasuk pemerintah, korporasi, pemimpin agama, politikus, selebriti, seniman, aktivis, olahragawan, penemu, akademisi, dan pemimpin muda.

Konvensi ini ditargetkan menjadi ajang perkumpulam terbesar diaspora Indonesia, dengan 5,000 peserta dari dalam dan luar negeri. (Baca: Bertemu Obama, Jokowi: Indonesia Gabung Kemitraan Trans-Pasifik (TPP))

Video Pilihan

Artikel Terkait