Perluas Pasar, JAPFA Ekspor Perdana Pakan Ternak ke Timor Leste

Bisnis pakan ternak merupakan kontributor laba terbesar Japfa. Tahun lalu, bisnis ini berkontribusi hampir separuh dari total laba operasi Rp 4,3 triliun.
Image title
Oleh Fariha Sulmaihati
13 September 2019, 15:23
Japfa, ekspor Japfa
ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Ilustrasi Peternakan Ayam

Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) melakukan ekspor perdana pakan ternak ke Republik Demokratik Timor Leste. Sebanyak 40 ton pakan ternak dikirim dari Pabrik Pakan di Sidoarjo, Jawa Timur. Perusahaan memproyeksikan ekspor ke negara tersebut mencapai 1.000 ton tahun ini.

Director of Corporate Affairs JAPFA Rachmat Indrajaya mengatakan langkah bisnis ini merupakan bagian dari perluasan pasar internasional. "Ini mendukung pemerintah untuk mendongkrak pendapatan devisa melalui akselerasi volume komoditi ekspor," ungkapnya, dalam keterangan resmi yang diterima katadata.co.id, Jumat (13/9).

Peluang ekspor ke Timor Leste terbuka sejak ditandatanginya Techical Agreement oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan kedua negara pada 19 April 2018. Timor Leste meminta kepada Indonesia untuk mendukung sektor peternakan dengan memenuhi permintaan sejumlah pasar, salah satunya ke Happy Farm.

(Baca: Japfa Resmikan Pabrik Pakan Rp 600 Miliar di Sumatera Utara)

Selain pakan ternak, JAPFA akan mengekspor anak ayam umur sehari (Day Old Chicken/ DOC) broiler dan layer, karkas ayam broiler, dan produk olahan.

Adapun bisnis pakan ternak merupakan kontributor laba terbesar Japfa. Tahun lalu, dari total laba operasi Rp 4,33 triliun, kontribusi bisnis pakan mencapai hampir separuhnya yaitu Rp 1,99 triliun. Sedangkan sisanya dari bisnis peternakan Rp 1,34 triliun, dan Rp 995 miliar dari pertanian komersial.

Untuk mendukung bisnis, JAPFA mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 3 triliun tahun ini, naik dari tahun lalu Rp 2,5 triliun. Dana tersebut untuk membangun sejumlah fasilitas di antaranya gudang penyimpanan jagung (silo) dan alat pengering (corn dryer) untuk menjaga stok dan mengantisipasi kenaikan harga jagung musiman.

Video Pilihan

Artikel Terkait