Suryo Utomo Dirjen Pajak, Sri Mulyani Berpesan Soal Ekonomi Digital

Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak harus diupayakan dengan cara yang tepat melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
1 November 2019, 13:29
suryo utomo dirjen pajak, penerimaan pajak, ekonomi digital
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri) memberikan ucapan selamat kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak yang baru Suryo Utomo (kanan) usai pelantikan di Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat (1/11/2019). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik Suryo Utomo sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak yang baru menggantikan Robert Pakpahan.

Suryo Utomo resmi menjadi Direktur Jenderal Pajak. Suryo menggantikan Robert Pakpahan yang memasuki masa pensiun pada 20 Oktober 2019.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun menyampaikan beberapa pesan untuk Suryo yang sebelumnya merupakan Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak tersebut. Salah satunya tentang urusan perpajakan di era ekonomi digital.

"Dalam menghadapi tantangan perubahan teknologi, urusan perpajakan dan penerimaan pajak bagi ekonomi digital dan e-commerce menjadi sangat penting," kata dia di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (1/11).

(Baca: Suryo Utomo, Staf Ahli Sri Mulyani yang Jadi Dirjen Pajak Baru )

Selain itu, Sri Mulyani menyinggung tentang tantangan berat mengejar target penerimaan pajak. "Ini karena 70% penerimaan di dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) berasal dari pajak," ucap dia.

Ia pun menekankan pertumbuhan penerimaan pajak harus tetap diupayakan secara tepat baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi.

Di sisi lain, Mantan Dirjen Pajak Robert Pakpahan mengatakan salah satu fokus utama Dirjen Pajak baru adalah melanjutkan kebijakan pajak dengan fokus mencapai target penerimaan pajak tahun ini.

Kementerian Keuangan mencatat, realisasi penerimaan pajak hingga Agustus 2019 baru mencapai Rp 801,02 triliun atau 50,78% dari target APBN 2019 yang sebesar Rp 1.577,56 triliun. Angka tersebut tumbuh 0,21% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 799,46 triliun.

(Baca: Defisit Anggaran Berpotensi Membengkak, Sri Mulyani Terbitkan PMK)

Selain itu, Robert menyebut tugas lainnya seperti pembangunan sistem inti untuk administrasi perpajakan atau core tax system, dan persiapan untuk penerapan omnibus law guna melancarkan investasi.

Adapun Suryo menyatakan masih akan berkonsolidasi tentang fokus kerja ke depan. "Tapi ya prinsipnya kita selesaikan dulu yang dua bulan tadi, yang tahun ini. Untuk penerimaan pajak bulan ini kami masih akan mengadakan rapat hari ini," ujarnya, usai pelantikan.

Video Pilihan

Artikel Terkait